Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Boy Pohan Berebut Tiket Wasit/Juri Tinju Olimpiade 2024 Paris
Olahraga
20 jam yang lalu
Boy Pohan Berebut Tiket Wasit/Juri Tinju Olimpiade 2024 Paris
2
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
Olahraga
13 jam yang lalu
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
3
Kejutan, Aditya Tahan Remis Unggulan Pertama di Pertamina Indonesia Grand Master Tournament 2024
Olahraga
15 jam yang lalu
Kejutan, Aditya Tahan Remis Unggulan Pertama di Pertamina Indonesia Grand Master Tournament 2024
4
Pelita Jaya Jadi Tim Pertama Lolos BCL Asia, Coach Ahang Blak-blakan Terkait Persaingan di Next Round
Olahraga
8 jam yang lalu
Pelita Jaya Jadi Tim Pertama Lolos BCL Asia, Coach Ahang Blak-blakan Terkait Persaingan di Next Round
5
UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
Olahraga
8 jam yang lalu
UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
6
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Olahraga
13 jam yang lalu
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Era Mobil Listrik, Hyundai Beli Tanah di Karawang, Investor Lain Tunggu Pabrikasi Lithium

Era Mobil Listrik, Hyundai Beli Tanah di Karawang, Investor Lain Tunggu Pabrikasi Lithium
Ionia. Kredit gambar: Hyundai Motor Group
Sabtu, 24 Agustus 2019 13:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan Hyundai bakal mendirikan pabrik di dalam negeri. Lokasi pabrik disebut berada di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

"Sudah beli tanah dia," ungkap Luhut di kantor CNNIndonesia.com di Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Lansiran berita CNNIndonesia tersebut juga mengungkap nilai Investasi Hyundai. Kata Luhut, total investasi Hyundai di Indonesia 'mendekati US$1 miliar', bila dikonversi nilai itu mencapai Rp14,2 triliun. Investasi itu dikatakan termasuk fasilitas produksi mobil listrik di Karawang.

Di kawasan industri Karawang, Hyundai bakal bertetangga dengan produsen otomotif senior yang sudah lebih dulu ada, seperti Toyota, Daihatsu, dan Yamaha. Selain produsen kendaraan, kawasan ini juga menjadi sentral buat pabrik komponen.

Menurut Luhut setelah Hyundai, ada banyak investor otomotif lain yang antre masuk Indonesia. Kata dia, bila Indonesia sudah memiliki pabrik baterai lithium, mereka bakal berebutan mendekat ke sini.

Penelusuran GoNews.co soal teknologi baterai lithium, baru-baru ini telah ditemukan baterai seng mangan dioksida yang mematahkan dominasi lithium. Jurnal ACS Energy Letters, memuat hasil penelitian City College of New York yang berhasil membuat baterai Zn/MnO2 tegangan tinggi, yang dapat diisi ulang.

Selama ini, tegangan mejadi aset terbesar Li-ion dalam mendominasi kebutuhan dunia akan energi. Tapi Dr. Gautam G. Yadav yang mengembangkan baterai Zn/MnO2 tegangan tinggi dan dapat diisi ulang ini mengatakan, "Sayangnya itu (li-ion, red) mengandung unsur-unsur yang beracun dan sensitif secara geopolitik dengan negara-negara Asia yang memonopoli penambangan dan manufaktur mereka,".

Di Indonesia, masuknya era mobil listrik juga berjalan seiring dengan dorongan revisi Undang-Undang Ketenaganukliran untuk menjadi payung hukum pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Listrik dari PLTN, diyakini sebagai listrik paling ramah lingkungan dan mendukung kebutuhan energi bagi Industri secara berkelanjutan termasuk industri mobil listrik.***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/