Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Era Mobil Listrik, Hyundai Beli Tanah di Karawang, Investor Lain Tunggu Pabrikasi Lithium

Era Mobil Listrik, Hyundai Beli Tanah di Karawang, Investor Lain Tunggu Pabrikasi Lithium
Ionia. Kredit gambar: Hyundai Motor Group
Sabtu, 24 Agustus 2019 13:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan Hyundai bakal mendirikan pabrik di dalam negeri. Lokasi pabrik disebut berada di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

"Sudah beli tanah dia," ungkap Luhut di kantor CNNIndonesia.com di Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Lansiran berita CNNIndonesia tersebut juga mengungkap nilai Investasi Hyundai. Kata Luhut, total investasi Hyundai di Indonesia 'mendekati US$1 miliar', bila dikonversi nilai itu mencapai Rp14,2 triliun. Investasi itu dikatakan termasuk fasilitas produksi mobil listrik di Karawang.

Di kawasan industri Karawang, Hyundai bakal bertetangga dengan produsen otomotif senior yang sudah lebih dulu ada, seperti Toyota, Daihatsu, dan Yamaha. Selain produsen kendaraan, kawasan ini juga menjadi sentral buat pabrik komponen.

Menurut Luhut setelah Hyundai, ada banyak investor otomotif lain yang antre masuk Indonesia. Kata dia, bila Indonesia sudah memiliki pabrik baterai lithium, mereka bakal berebutan mendekat ke sini.

Penelusuran GoNews.co soal teknologi baterai lithium, baru-baru ini telah ditemukan baterai seng mangan dioksida yang mematahkan dominasi lithium. Jurnal ACS Energy Letters, memuat hasil penelitian City College of New York yang berhasil membuat baterai Zn/MnO2 tegangan tinggi, yang dapat diisi ulang.

Selama ini, tegangan mejadi aset terbesar Li-ion dalam mendominasi kebutuhan dunia akan energi. Tapi Dr. Gautam G. Yadav yang mengembangkan baterai Zn/MnO2 tegangan tinggi dan dapat diisi ulang ini mengatakan, "Sayangnya itu (li-ion, red) mengandung unsur-unsur yang beracun dan sensitif secara geopolitik dengan negara-negara Asia yang memonopoli penambangan dan manufaktur mereka,".

Di Indonesia, masuknya era mobil listrik juga berjalan seiring dengan dorongan revisi Undang-Undang Ketenaganukliran untuk menjadi payung hukum pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Listrik dari PLTN, diyakini sebagai listrik paling ramah lingkungan dan mendukung kebutuhan energi bagi Industri secara berkelanjutan termasuk industri mobil listrik.***

wwwwww