Loading...    
           

Baru 216 Reagen Viral Load Terpakai, 1.128 Reagen Bakalan Expired November ini

Baru 216 Reagen Viral Load Terpakai, 1.128 Reagen Bakalan Expired November ini
Kamis, 05 September 2019 14:30 WIB
Penulis: Fatih

MEDAN – Sejumlah pegiat HIV/AIDS di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Deli Serdang menyesalkan rendahnya pemakaian reagen viral load, monitoring obat ARV pada Odha yang sedang mendapatkan terapi ARV.

Salah satunya adalah Kimunk. KDS dari Deli Serdang Plus ini menerangkan, berdasarkan surat pemberitahuan stok reagen viral load dari Kementerian Kesehatan RI diketahui bahwa jumlah reagen yang diterima Dinkes Provsu sebanyak 1.344, dengan 216 reagen yang terpakai atau tersisa sebanyak 1.128 reagen.

“Sangat disayangkan, karena masih banyak lagi sisa stoknya. Apalagi sudah mau masa expired VL tersebut,” tukas Kimunk, Kamis (5/9/2019).

Kimunk meminta agar Dinas Kesehatan Propinsi Sumut mendorong RSUP. H. Adam Malik untuk segera menggunakan pemeriksaan VL bagi Odha yang ada di provinsi ini dan jangan hanya di Kota Medan saja, namun di seluruh daerah yang membutuhkan, karena reagen tersebut juga gratis.

“Sumatera Utara yang parah dalam penggunaan VL. Reagen VL yang diterima sebanyak 1,344, yang terpakai hanya 216 dan sisanya ada 1,128,” ungkapnya.

Dia pun tidak mengetahui pasti mengapa kecil sekali jumlah reagen VL HIV yang terpakai. Padahal jumlah Odha di Sumut ini cukup banyak..

“Untuk ketersediaan cukup banyak. Kurang paham juga kenapa bisa begitu. Bisa jadi ada yang tidak terlaporkan pemakaian Tragedi VL-nya. Apalagi, dari surat edaran Kemenkes dijelaskan ada anggaran biaya untuk pemeriksaan dan pengiriman dengan menggunakan dana hibah Global Fund,” tandasnya.

Sementara itu, Hendra yang juga KDS Deli Serdang Plus turut berkomentar mengenai persoalan ini. Menurut Hendra, dirinya sempat mau akses ke sana, namun begitu di tengah jalan, malah dapat pemberitahuan bahwa reagen sudah habis.

“Info yang kita dapat waktu itu, reagen masih banyak, tapi entah apa maksudnya ditahan-tahan seperti itu, sampe pernah ada teman kami (seorag) ibu positif melakukan persalinan di Adam Malik, dokter menyarankan untuk si bayi agar dilakukan PCR, begitu ditanya ke bagian Pusyansus, mereka bilang gak bisa. PCR itu metode pemeriksaan VL-nya,” ungkapnya menyesalkan.

“Harapan kami, agar setiap program yang dicanangkan dilakukan dengan optimal, segala jenis logistik yang berkaitan dengan program harus didistribusikan dengan merata, baik itu obat, KIE, kondom, reagen dan lainnya. Dan yang paling penting promosinya juga jangan setengah-setengah. Kalau kayak gini kan, reagen masih banyak, tapi hampir expired date, sangat disayangkan,” tambahnya.

Secara terpisah, Focal Point Jaringan Indonesia Positif (JIP) Deli Serdang,  Antono juga menyesalkan reagen viral load hampir expired date.

“Yang parahnya lagi sisanya akan expired di November 2019 ini,” timpalnya.

Antono mengungkapkan, menurut data Dinkes Deli Serdang sampai dengan Mei 2019, terdapat 209 Odha yang eligible tes HIV.

“Maksudnya yang sudah layak untuk melakukan tes VL. Akan tetapi, sampai saat ini 0% VL tersupresi maksudnya  Odha yg jumlah virusnya tidak terdeteksi. Ini disebabkan Odha di Deli Serdang belum satu orang pun yang melakukan tes VL. Sementara teman-teman Odha di Deli Serdang sangat mengharapkan untuk dapat melakukan pemeriksaan VL,” bebernya.

Dirinya pun berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini Dinkes Sumut dapat mendistribusikan reagen VL ke kabupaten/kota lainnya agar teman-teman Odha dapat melakukan tes VL di kabupaten/kota mereka masing-masing.

“Penyediaan mesin GeneXpert  juga penting,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan surat Nomor: PM.02.03/3/2411/2019 tanggal 4 Agustus 2019 tentang Pemberitahuan Stok Reagen Viral Load Mesin Abbott Distribusi Desember 2018.

Dalam pemberitahuan tersebut, Kemenkes menyampaikan bahwa sebagai upaya dukungan pemeriksaan viral load HIV untuk monitoring efektivitas obat ARV pada ODHA yang sedang mendapatkan terapi ARV. Direktorat P2PML telah mengirimkan dukungan reagen viral load Mesin Abbott ke beberapa laboratorium layanan di Indonesia. Distribusi terakhir dilakukan pada bulan Desember 2018.

Dukungan ini pada dasarnya masih sangat terbatas dibanding kebutuhan namun sampai akhir bulan April 2019 rata-rata pemanfaatan masih sekitar 30% (expired bulan Nov 2019). Untuk itu kepada semua Kepala Dinas Kesehatan agar dapat menyampaikan pemberitahuan terkait ketersediaan reagen ini kepada semua Layanan Perawatan, Dukungan & Pengobatan (PDP), para dokter PDP maupun LSM terkait dari tingkat provinsi sampai Kab/Kota. Rendahnya pemanfaatan akan mempengaruhi distribusi selanjutnya.

“Dukungan lain yang menunjang pemanfaatan pemeriksaan ini, tersedia biaya pemeriksaan maupun pengiriman spesimen melalui dukungan hibah Global Fund yang ketersediaan jumlah dan mekanisme pemanfatannya dapat menghubungi pengelola hibah GF di Provinsi masing-masing. Semua provinsi yang mendapat distribusi reagen ini agar membuat mekanisme komunikasi antara dinas kesehatan, dokter PDP dan laboratorium penyedia layanan pemeriksaan sehingga informasi ketersediaan reagen, dukungan biaya serta kondisi mesin selalu dapat dikomunikasikan,” ungkap Direktur P2ML Kemenkes RI, dr Wiendra Woworuntu Mkes pada surat tersebut.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Peristiwa, Umum, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww