Program PINTAR Tanoto Foundation Buat Guru dan Pelajar MIN 1 Pekanbaru Lebih Kreatif dan Unggul

Program PINTAR Tanoto Foundation Buat Guru dan Pelajar MIN 1 Pekanbaru Lebih Kreatif dan Unggul
Fasilitator daerah yang ikut pelatihan melakukan praktik lapangan menerapkan Program PINTAR Modul II Tanoto Foundation di MIN 1 Pekanbaru, Kamis (5/9/2019). (Foto: Friedrich Edward Lumy)
Kamis, 05 September 2019 14:32 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Sejak menjadi sekolah mitra Tanoto Foundation tahun 2018, guru dan pelajar di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru lebih kreatif dan unggul. Program PINTAR yang digagas Tanoto Foundation tidak hanya mengajarkan guru lebih aktif dan kreatif, juga membuat pelajar lebih kritis dalam menyikapi suatu persoalan bidang studi.

Hal itu diakui Kepala Sekolah MIN 1 Pekanbaru, Fitrisma Rais MPd kepada GoRiau.com, Kamis (5/9/2019). Melalui Traine of Trainer (ToT) Program PINTAR Modul I dan II, Tanoto Foundation selalu memberikan inovasi untuk pembelajaran di sekolah.

"Perubahan yang terjadi sejak Tanoto Foundation masuk melalui Program PINTAR, yaitu proses pembelajaran. Dimana pelajar lebih antusias belajar dan mampu berpikir lebih kritis dalam setiap bahan pembelajaran yang ada," kata Fitrisma.

Selain proses pembelajaran, sambung Fitrisma, pelajar di MIN 1 Pekanbaru lebih aktif membaca di pojok bacaan yang sudah disediakan. Bahkan, apa yang sudah dibaca pelajar dan belum dipahami, pelajar berani untuk bertanya apa yang belum dipahaminya.

"Proses pembelajaran di sekolah kita ini jadi lebih aktif dan menyenangkan, sehingga pelajar pun lebih berkembang pola pikirnya," ungkapnya.

Training Specialist Tanoto Foundation, Sasmoyo Hendrawan mengatakan, fasilitator daerah (fasda) yang sudah ditraining Tanoto Foundation bisa melakukan diseminasi kepada guru lainnya di sekolah tempat mengajar dan sekolah lainnya.

"Apa yang didapat fasda saat training, langsung diterapkan di sekolah mitra Tanoto Foundation, contohnya seperti yang dilakukam di MIN 1 Pekanbaru. Intinya, pelajar sekolah dasar tidak hanya mampu membaca, tapi bisa membuatbhasil dari yang dibacanya," jelas Sasmoyo. ***


wwwwww