Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
18 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Mau Sampaikan Permohonan Maaf, La Nyalla Inging Bertemu Prabowo

Mau Sampaikan Permohonan Maaf, La Nyalla Inging Bertemu Prabowo
Jum'at, 11 Oktober 2019 15:52 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan niatnya untuk bisa bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keinginan tersebut telah dia sampaikan kepada Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat pelantikan pimpinan MPR, 3 Oktober lalu.

"Tinggal satu utang saya, saya ingin bertemu Pak Prabowo, mau minta maaf," kata La Nyalla seperti dilansir GoNews.co dari Tim Blak-blakan detikcom.

Ia mengaku pernah bersitegang dengan Prabowo terkait keinginannya mendapatkan rekomendasi menjadi calon Gubernur Jawa Timur. Tapi Prabowo rupanya kurang berkenan. Akibatnya, Ketua Pemuda Pancasila Jawa Timur itu marah. Pada Januari 2018, dia menuding bahwa rekomendasi tak diberikan karena dirinya tak memberikan sejumlah uang yang disyaratkan.

"Iya, dulu saya memang pernah bikin ribut tapi itu emosional saja," kata La Nyalla seraya mengisyaratkan agar isu tersebut tak diungkit-ungkit lagi. Sebab, kata dia, Tuhan ternyata punya rencana lain yang lebih baik untuk dirinya.

Berkat tak mendapatkan rekomendasi untuk ikut pemilihan gubernur, akhirnya lelaki kelahiran 10 Mei 1959 itu banting setir mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Dia meraih suara terbanyak kedua di Jawa Timur dengan jumlah 2,2 juta dukungan. Tak cuma itu, dia juga terpilih menjadi Ketua DPD 2019-2024.

"Semua itu sudah ada ketentuannya dari Allah. Ada takdirnya dan rezeki orang itu tak akan tertukar," ujarnya.

Saat ditanya apa yang akan disampaikan kepada Prabowo selain meminta maaf, La Nyalla menyatakan pertemuannya kelak sebagai ajang pembuktian kepada Prabowo. "Saya ingin buktikan kepada Pak Prabowo bahwa saya bisa jadi orang tanpa harus melalui partai," ujarnya.

Pada bagian lain, Ketua Kadin Jawa Timur yang juga pernah memimpin PSSI itu juga mengungkapkan masa lalunya yang pahit. Termasuk dirinya yang kerap dicitrakan sebagai preman dan suka main dukun guna meraih berbagai jabatan.

La Nyalla Mahmud Mattalitti mengaku dirinya memang akrab dengan dunia premanisme. Toh begitu, bukan berarti dia suka bersikap dan bertindak ala preman dalam meniti kariernya. Sebaliknya, ia dekat dengan kalangan preman justru untuk menyadarkan dan membina mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww