Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
16 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
21 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
22 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
22 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fadli Sebut 'Radikalisme' Adalah Kambing Hitam, Arsul Kembalikan ke Gerindra

Fadli Sebut Radikalisme Adalah Kambing Hitam, Arsul Kembalikan ke Gerindra
Foto: detik.com
Sabtu, 28 Desember 2019 12:54 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, isu radikalisme menjadi satu dalih yang paling mudah untuk menutupi ketidakbecusan pengelolaan negara.

"Harus ada kambing hitam, dan kambing hitam itu namanya adalah radikalisme. Padahal, di balik radikalisme ini, menurut saya adalah ketidakbecusan di dalam me-manage dan mengelola bangsa ini," tandas mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, itu.

Hal itu disampaikan Fadli dalam diskusi bertajuk 'Indonesia Milik Kita atau Milik Siapa?' di Restoran Raden Bahari, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019) kemarin. Fadli awalnya mengutip Bung Hatta soal tujuan kemerdekaan, yaitu mencapai kebahagiaan rakyat, kesejahteraan rakyat, kebebasan dan kemerdekaan rakyat, serta kedamaian rakyat.

Menanggapi hal itu, Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019), menyatakan, Fadli Zon sebaiknya bertanya kepada Menteri Pertahanan Prabowo dan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo, adalah politisi dari Partai yang sama dengan Fadli. Prabowo Subianto, bukan hanya Ketua Umum Gerindra, tapi juga dikenal sebagai sosok militer yang disegani.

"Benar nggak pemerintah sengaja hembuskan isu radikalisme seperti itu," ujar Arsul.

Jika benar, menurut Arsul, paling tidak Prabowo dan Edhy akan mengetahui hal itu. Sebab keduanya, saat ini menduduki kursi di kabinet kedua pemerintahan Joko Widodo, meski Gerindra adalah rival Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu.***


wwwwww