Beruang Madu Berkeliaran Dekat Pemukiman, Masyarakat di Lubuk Basung Resah

Beruang Madu Berkeliaran Dekat Pemukiman, Masyarakat di Lubuk Basung Resah
Pihak BKSDA Agam melakukan pemasangan perangkap untuk menjebak beruang madu yang berkeliaran di Simpang Ampek, Jorong Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Jumat (3/1/2020).(foto: BKSDA/covesia.com)
Jum'at, 03 Januari 2020 17:11 WIB
AGAM - Masyarakat Simpang Ampek, Jorong Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diresahkan oleh seekor satwa liar jenis beruang madu yang kerap masuk ke pemukiman.

Dikutip dari Covesia.com, Jun St Sariali (55) mengatakan, beberapa hari yang lalu ia melihat hewan dengan nama latin 'Helarctos malayanus' tersebut. Saat itu ia sedang memperbaiki aliran air sawah miliknya pada malam hari.

"Saya mendengar ada ranting kayu yang patah, saat saya sorot dengan senter, saya melihat Baribeh (beruang madu, red) sedang memakan buah nangka, dan saya langsung lari," katanya, Jumat (3/1/2020).

Hal senada juga diungkapkan Hazizul Hakim (31). Ia bersama beberapa warga mengaku pernah melihat satwa tersebut. Terlihat olehnya, hewan dilindungi itu berlari namun pincang pada kaki belakang sebelah kanan.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan, dari hasil penelusuran pihaknya menemukan tanda-tanda keberadaan yang menyerupai jejak satwa beruang madu yang berjarak tidak jauh dari permukiman warga.

"Memang ada tanda-tanda hewan ini namun sejauh ini tidak ditemukan adanya gangguan terhadap manusia namun beberapa batang pohon nangka milik warga buahnya dimakan oleh satwa langka ini," ujarnya.

Pihaknya menduga satwa tersebut terjebak di sekitar belantara yang tidak luas di antara area sawah warga, di mana sekelilingnya merupakan area pertanian dan permukiman warga.

"Hari ini kita memasang satu perangkap untuk mengamankan dan mengevakuasi satwa tersebut menjauhi permukiman warga untuk dikembalikan ke habitatnya," terang Ade.

BKSDA mengimbau warga untuk berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas, dan mengurangi aktivitas pada malam hari di sekitar lokasi kejadian.

"Beruang madu adalah jenis satwa mamalia yang langka dan termasuk dilindungi oleh Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," tutupnya.(han/don/cvs)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww