Segini Jarak dari BPBD Lebak ke Kawasan Terisolir di Kecamatan Lebang Gedong

Segini Jarak dari BPBD Lebak ke Kawasan Terisolir di Kecamatan Lebang Gedong
Kantor BPBD Lebak di Rangkas Bitung, Banten.
Sabtu, 04 Januari 2020 07:22 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
LEBAK - Tak kurang dari 2 Kampung di Desa Banjar Sari, Kecamatan Lebak Gedong, menjadi daerah terisolir pasca banjir dan longsor mendera wilayah Kabupaten Lebak, 1 Januari 2020 lalu.

Kedua desa itu adalah, Cigobang dan Lebak Situ.

Otoritas setempat menyatakan daerah tersebut belum bisa dijangkau karena akses kendaraan terputus. Mulanya dibutuhkan mobil offroad untuk kesana, tapi rupanya bukan itu solusinya.

"Tadi ada juga tuh beberapa mobil offroad naik, bawa perlengkapan, tapi balik lagi tuh," kata Kapten Inf. Dadang, pengurus Posko Pengungsian Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Jumat (3/1/2020) malam.

Terisolirnya Cigobang dan Lebak Situ, membuat warga disana belum bisa dievakuasi sempurna. SAR sudah berhasil tiba di Cigobang, 5 jenazah dievakuasi dari reruntuhan longsor pada Jumat, dan langsung dikebumikan.

Sementara jumlah penduduk Cigobang pada masa sebelum banjir dan longsor melanda, sekira 2000 jiwa, menurut warga bernama Feri.

Feri dan kawanannya yang berjumlah sekira 50an orang, mengungsi ke Karang Payung. Sementara warga Cigobang lainnya, tersebar ke beberapa kampung, ada juga yang ke posko Banjar Irigasi di Desa sebelah.

Sebaran itu diantaranya, sekira 484 orang di Cibulan. Warga Cigobang menyatakan, Cibulan bukan sebuah kampung melainkan bagian hutan yang baru dibuka jalan, masih tanah pula kondisinya jalan baru itu.

"Itu hutan," tegas Feri dan teman-temannya.

Kondisi warga yang berada di Cibulan pun, menjadi PR baru bagi petugas, karena Cibulan juga sulit diakses.

Bakri, petugas Taman Nasional saat ditemui di ujung Jaha menuturkan, sempat melihat heli melintas pada Jumat siang, tapi entah sempat menurunkan logistik atau tidak.

Warga Cigobang, hanya tersisa 200-300 orang yang bertahan, sementara warga Lebak Situ, entah berapa jumlahnya. Keduanya, kesulitan menerima bantuan karena sulitnya akses tersebut.

Batas akses kendaraan, hanya sampai Jaha. Kata Bakri, "jembatan putus, dan jalan di Cinyiru rusak akibat pergeseran tanah,".

Perlu berjalan kaki melalui Cinyiru, untuk sampai ke Cigobang. Dan lebih ke atas jika ingin tiba di Cibandung.

Sementara untuk ke Lebak Situ, perjalanan ala Mapala itu dari Cinyiru lurus terus ke Muara, dan beberapa kampung lain arah ke Gunung Julang.

Tak cuma sulit, akses ke Cigobang, Cibandung, dan Lebak Situ juga jauh. Sumberdaya pertolongan terdekat ada di Karang Payung, tim SAR standby di situ.

Sementara posko pengungsian resmi terdekat, ada di Banjar Irigasi. Dan posko logistik, ada di PGRI yang jaraknya sekira 9km dari Cigobang.

BPBD lebih jauh lagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak ini, ada di Rangkas Bitung, lebih dari 50km jaraknya, dari Cigobang. Dengan kondisi jalan yang sudah terdampak longsor dan banjir di beberapa titik mulai dari muka Banjar Irigasi.***


wwwwww