Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
2
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
11 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
3
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
6 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
24 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Insiden di India, Dubes: India dan Indonesia Mengakui Bhineka Tunggal Ika

Soal Insiden di India, Dubes: India dan Indonesia Mengakui Bhineka Tunggal Ika
Foto: Kedutaan Besar India
Jum'at, 28 Februari 2020 21:46 WIB
JAKARTA - Duta Besar India untuk Indonesia Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, memastikan bahwa situasi di India di bawah kendali.

"Semuanya dalam keadaan damai," kata Rawat usai menemui Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Mahfud MD) di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Jumat (28/2/2020).

Pernyataan Rawat, merujuk pada beredarnya kabar konflik di News Delhi, India yang mengakibatkan munculnya korban dari kalangan umat Islam di India.

Rawat meminta, agar media di Indonesia merujuk pada keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri India terkait dengan konflik di New Delhi, India, tersebut.

Ia juga meminta media di Indonesia tidak percaya pada berita palsu yang sengaja diciptakan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan untuk menghancurkan jalinan kemajemukan di India.

"Ada keterangan resmi dari Kementerian Dalam Negeri kami untuk anda rujuk. Dan tentunya kami menyarankan kepada sahabat-sahabat kami untuk tidak percaya pada berita palsu yang disesatkan kepentingan pribadi yang mencoba mengganggu jalinan kemajemukan negara kami," kata Rawat.

"Sebagaimana kita tahu," kata Rawat, "India dan Indonesia meyakini Bhineka Tunggal Ika yang menjadi landasan bersama. Dan banyak kepentingan pribadi dan kelompok yang ingin menghancurkan jalinan tersebut,".

"Karena jika satu jalinan tersebut hilang, maka tidak ada India, tidak ada Indonesia. Karena itu, sahabat saya, saya menyampaikan kepada Anda untuk sangat berhati-hati dan tidak percaya pada berita palsu," kata Rawat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww