Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

China Kembangkan Vaksin Potensial sementara Saham Moderna Naik

China Kembangkan Vaksin Potensial sementara Saham Moderna Naik
Ilustrasi: Ist.
Rabu, 20 Mei 2020 13:51 WIB
JAKARTA - Sebuah obat sedang diuji oleh para ilmuwan di Universitas Peking, China. Obat diklaim bisa menawarkan kekebalan jangka pendek dari virus.

Sunney Xie, direktur Pusat Inovasi Lanjutan Genomik Beijing, mengatakan kepada AFP bahwa obat tersebut telah berhasil pada tahap pengujian hewan, dan potensial memiliki efek terapi.

"Ketika kami menyuntikkan antibodi penawar ke tikus yang terinfeksi, setelah lima hari viral load berkurang menjadi 2.500," kata Xie dikutip dari AFP, Rabu (20/5/2020).

Obat tersebut menggunakan antibodi penawar yang diisolasi tim Xie dari darah 60 pasien yang pulih. Antibodi tersebut diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah sel-sel terinfeksi virus.

"Keahlian kami adalah genomik sel tunggal dari imunologi atau virologi. Ketika kami menyadari bahwa pendekatan genomik sel tunggal dapat efektif menemukan antibodi penawar, kami sangat senang," kata dia.

Harapannya, kata Xie, "antibodi penawar ini dapat menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi,".

Seperti pernyataan pejabat kesehatan China, sudah ada lima vaksin coronavirus potensial pada tahap uji coba manusia. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.

Sementara itu, di Amerika, saham morena, perusahaan yang juga mengembangkan vaksin untuk covid-19, tengah naik.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Basket
wwwwww