Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
17 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
3
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
4
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Politik
22 jam yang lalu
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Home  /  Berita  /  Internasional

China Kembangkan Vaksin Potensial sementara Saham Moderna Naik

China Kembangkan Vaksin Potensial sementara Saham Moderna Naik
Ilustrasi: Ist.
Rabu, 20 Mei 2020 13:51 WIB
JAKARTA - Sebuah obat sedang diuji oleh para ilmuwan di Universitas Peking, China. Obat diklaim bisa menawarkan kekebalan jangka pendek dari virus.

Sunney Xie, direktur Pusat Inovasi Lanjutan Genomik Beijing, mengatakan kepada AFP bahwa obat tersebut telah berhasil pada tahap pengujian hewan, dan potensial memiliki efek terapi.

"Ketika kami menyuntikkan antibodi penawar ke tikus yang terinfeksi, setelah lima hari viral load berkurang menjadi 2.500," kata Xie dikutip dari AFP, Rabu (20/5/2020).

Obat tersebut menggunakan antibodi penawar yang diisolasi tim Xie dari darah 60 pasien yang pulih. Antibodi tersebut diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah sel-sel terinfeksi virus.

"Keahlian kami adalah genomik sel tunggal dari imunologi atau virologi. Ketika kami menyadari bahwa pendekatan genomik sel tunggal dapat efektif menemukan antibodi penawar, kami sangat senang," kata dia.

Harapannya, kata Xie, "antibodi penawar ini dapat menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi,".

Seperti pernyataan pejabat kesehatan China, sudah ada lima vaksin coronavirus potensial pada tahap uji coba manusia. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.

Sementara itu, di Amerika, saham morena, perusahaan yang juga mengembangkan vaksin untuk covid-19, tengah naik.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, Internasional

wwwwww