Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
15 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
17 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
4
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
16 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
5
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
14 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
12 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19
Remdesivir. (Gambar: Ist.)
Sabtu, 30 Mei 2020 19:10 WIB
JAKARTA - Remdesivir, obat antivirus yang dikembangkan oleh Gilead di Amerika Serikat sebagai pengobatan untuk ebola, telah diuji klinis dan diketahui cukup efektif dalam mengobati pasien virus corona.

Periode perawatan pasien jadi diperpendek dari 15 hari menjadi 11 hari, dan angka kematian menurun dari 11,9 persen menjadi 7,1 persen, berdasarkan hasil uji Institut Kesehatan Nasional AS, dan 73 institusi medis di 10 negara termasuk Korea Selatan.

Regulator AS menyetujui obat ini untuk penggunaan darurat bulan ini. Jepang dan Inggris meyakini obat itu dapat digunakan dan mulai diberikan kepada pasien.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (30/5/2020), Pemerintah Taiwan telah menyetujui remdesivir, sebagai salah satu pengobatan potensial melawan Covid.

Gilead yang berbasis di California mengatakan, akan menyumbangkan 1,5 juta dosis Remdesivir untuk memerangi pandemi global. Jumlah ini cukup untuk mengobati setidaknya 140.000 pasien.

Kantor berita Yonhap mengabarkan, Divisi Penanggulangan Karantina Pusat Korea Selatan telah memutuskan untuk memperkenalkan 'Remdesivir' di Korsel.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Internasional, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww