Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
15 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
9 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  SEA Games

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19
Remdesivir. (Gambar: Ist.)
Sabtu, 30 Mei 2020 19:10 WIB
JAKARTA - Remdesivir, obat antivirus yang dikembangkan oleh Gilead di Amerika Serikat sebagai pengobatan untuk ebola, telah diuji klinis dan diketahui cukup efektif dalam mengobati pasien virus corona.

Periode perawatan pasien jadi diperpendek dari 15 hari menjadi 11 hari, dan angka kematian menurun dari 11,9 persen menjadi 7,1 persen, berdasarkan hasil uji Institut Kesehatan Nasional AS, dan 73 institusi medis di 10 negara termasuk Korea Selatan.

Regulator AS menyetujui obat ini untuk penggunaan darurat bulan ini. Jepang dan Inggris meyakini obat itu dapat digunakan dan mulai diberikan kepada pasien.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (30/5/2020), Pemerintah Taiwan telah menyetujui remdesivir, sebagai salah satu pengobatan potensial melawan Covid.

Gilead yang berbasis di California mengatakan, akan menyumbangkan 1,5 juta dosis Remdesivir untuk memerangi pandemi global. Jumlah ini cukup untuk mengobati setidaknya 140.000 pasien.

Kantor berita Yonhap mengabarkan, Divisi Penanggulangan Karantina Pusat Korea Selatan telah memutuskan untuk memperkenalkan 'Remdesivir' di Korsel.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Basket, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww