Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
14 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
8 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Non Olympic

New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet

New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Dok-NOC Indonesia)
Minggu, 31 Mei 2020 17:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pandemi Covid 19 ini memang mengganggu seluruh program latihan dan menghentikan multi event maupun single event olahraga. Namun, atlet Indonesia tidak boleh pasrah tetapi memanfaatkan kesempatan di tengah virus yang melanda dunia untuk bisa meningkatkan prestasinya dalam rangka menghadapi persaingan ke depan.

"Pandemi Covid 19 ini bukan hanya menghentikan seluruh kegiatan olahraga saja tetapi akan berdampak terhadap penurunan prestasi atlet. Bukan hanya atlet Indonesia tetapi seluruh atlet dunia. Pasalnya, mereka tidak bisa menjalankan program latihan yang telah disusun secara utuh ditambah lagi dengan tidak adanya single event internasional sebagai ajang mengukur perkembangan prestasi sebelum tampil di ajang multi event," kata Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Keberadaan pandemi Covid 19 ini, kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil RSO, tidak boleh menghentikan pembinaan terhadap atlet-atlet Indonesia. Sebaliknya, pengurus induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) harus lebih terpacu untuk mempersiapkan atlet-atletnya agar mampu bersaing dalam upaya meraih hasil terbaik pada ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

"Kita tidak boleh berhenti dalam menjalankan pembinaan atlet di tengah Covid 19. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah mempersiapkan berbagai hal menuju fase baru kehidupan bersama dengan wabah Covid-19. Kita selaku masyarakat olahraga sudah harus bersiap menghadapi new normal," kata RSO.

Merebaknya virus mematikan ini memang tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, sudah banyak korban yang berjatuhan di berbagai negara termasuk Indonesia. Namun, bukan berarti dunia olahraga Indonesia harus berhenti dan pasrah menunggu kapan berakhirnya pandemi Covid 19.

"Di sinilah dituntut kreativitas PB/PP dalam menjalankan program pembinaan atlet dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dalam upaya mengantisipasi penularan virus Covid 19. Yang pasti, program latihan itu dijalankan dengan mengutamakan masalah kesehatan dan keselamatan atlet," jelasnya.

Sebelum atlet Indonesia menghadapi new normal atlet Indonesia, kata RSO, baik KOI, KONI, PB/PP dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) duduk bersama dalam merancang program latihan. "Kita harus punya program latihan saat masih dalam kondisi pandemi Covid atau program latihan setelah Covid 19 berakhir. Dengan kata lain, kita bergandengan tangan dalam mengatasi segala kendala yang dihadapi dalam menjalankan program pembinaan demi prestasi olahraga Indonesia ke depan," tutupnya. ***

wwwwww