Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
22 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
2 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
19 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
4
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
17 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
5
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
6
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Home  /  Berita  /  Olahraga

New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet

New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Dok-NOC Indonesia)
Minggu, 31 Mei 2020 17:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pandemi Covid 19 ini memang mengganggu seluruh program latihan dan menghentikan multi event maupun single event olahraga. Namun, atlet Indonesia tidak boleh pasrah tetapi memanfaatkan kesempatan di tengah virus yang melanda dunia untuk bisa meningkatkan prestasinya dalam rangka menghadapi persaingan ke depan.

"Pandemi Covid 19 ini bukan hanya menghentikan seluruh kegiatan olahraga saja tetapi akan berdampak terhadap penurunan prestasi atlet. Bukan hanya atlet Indonesia tetapi seluruh atlet dunia. Pasalnya, mereka tidak bisa menjalankan program latihan yang telah disusun secara utuh ditambah lagi dengan tidak adanya single event internasional sebagai ajang mengukur perkembangan prestasi sebelum tampil di ajang multi event," kata Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Keberadaan pandemi Covid 19 ini, kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil RSO, tidak boleh menghentikan pembinaan terhadap atlet-atlet Indonesia. Sebaliknya, pengurus induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) harus lebih terpacu untuk mempersiapkan atlet-atletnya agar mampu bersaing dalam upaya meraih hasil terbaik pada ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

"Kita tidak boleh berhenti dalam menjalankan pembinaan atlet di tengah Covid 19. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah mempersiapkan berbagai hal menuju fase baru kehidupan bersama dengan wabah Covid-19. Kita selaku masyarakat olahraga sudah harus bersiap menghadapi new normal," kata RSO.

Merebaknya virus mematikan ini memang tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, sudah banyak korban yang berjatuhan di berbagai negara termasuk Indonesia. Namun, bukan berarti dunia olahraga Indonesia harus berhenti dan pasrah menunggu kapan berakhirnya pandemi Covid 19.

"Di sinilah dituntut kreativitas PB/PP dalam menjalankan program pembinaan atlet dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dalam upaya mengantisipasi penularan virus Covid 19. Yang pasti, program latihan itu dijalankan dengan mengutamakan masalah kesehatan dan keselamatan atlet," jelasnya.

Sebelum atlet Indonesia menghadapi new normal atlet Indonesia, kata RSO, baik KOI, KONI, PB/PP dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) duduk bersama dalam merancang program latihan. "Kita harus punya program latihan saat masih dalam kondisi pandemi Covid atau program latihan setelah Covid 19 berakhir. Dengan kata lain, kita bergandengan tangan dalam mengatasi segala kendala yang dihadapi dalam menjalankan program pembinaan demi prestasi olahraga Indonesia ke depan," tutupnya. ***


wwwwww