Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
2
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
15 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
3
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
16 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
4
Setjen MPR RI Tandatangani MoU dengan BSSN RI
MPR RI
13 jam yang lalu
Setjen MPR RI Tandatangani MoU dengan BSSN RI
5
GKSB DPR RI Sarankan Palestina Belajar dari Sejarah Indonesia
DPR RI
12 jam yang lalu
GKSB DPR RI Sarankan Palestina Belajar dari Sejarah Indonesia
6
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gojek PHK 430 Karyawan, Tutup GoMassage, GoClean, GoFood Festival

Gojek PHK 430 Karyawan, Tutup GoMassage, GoClean, GoFood Festival
Ilustrasi. (IDNTimews)
Rabu, 24 Juni 2020 14:43 WIB
JAKARTA - Gojek mengumumkan keputusan menutup dua layanan GoLife, yakni GoMassage dan GoClean. Perusahaan ini juga menutup GoFood Festival.

Keputusan itu berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 430 karyawan Gojek. Keputusan itu disampaikan oleh pimpinan Gojek dalam townhall meeting yang digelar 16 sesi dan dihadiri seluruh karyawan pada Selasa (23/6/2020).

Dalam acara itu, Gojek mengumumkan strategi perusahaan untuk memperkuat fokus kepada bisnis inti yang memiliki dampak paling luas kepada masyarakat, yaitu bisnis transportasi (GoRide dan GoCar), pesan-antar makanan (GoFood), dan uang elektronik (GoPay) sebagai langkah jangka panjang menghadapi pandemi Covid-19.

Dua keputusan besar diumumkan terkait penutupan layanan non-inti yang terdampak pandemi dan perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.

Melalui siaran pers, Gojek menjelaskan penghentian dua layanan GoLife dan event campaign berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik atau pun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

Kedua bisnis GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring pandemi Covid-19. Aplikasi GoLife dapat digunakan hingga 27 Juli 2020.

Penutupan tiga layanan itu berdampak pada PHK atas 430 karyawan, yang merepresentasikan 9 persen dari total karyawan Gojek. Mereka yang terkena PHK berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

Gojek menyatakan PHK merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan di tengah situasi Covid-19. Bagi karyawan Gojek yang terdampak dengan keputusan ini akan mendapat pesangon sebesar minimum gaji 4 pekan, ditambah 4 pekan gaji untuk setiap tahun lama bekerja.

Selain itu pembayaran gaji selama periode pemberitahuan, equity arrangement, pembayaran cuti tahunan dan hak lainnya, serta perpanjangan asuransi kesehatan. Penutupan layanan GoLife berdampak pada mitra-mitranya. Terkait hal ini, Gojek akan memberikan dukungan berupa 'Program Solidaritas Mitra Covid-19' kepada mitra yang aktif menggunakan platform sebelum ada pembatasan akibat Covid-19.

Hal itu berupa program peningkatan keterampilan melalui pelatihan online yang dapat menjadi bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, Gojek akan memberikan program bantuan dana tunai untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tirto.id
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww