Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

Jokowi Marah, Jubir PKS: Rakyat Butuh Solusi Konkrit, Bukan Keluh Kesah

Jokowi Marah, Jubir PKS: Rakyat Butuh Solusi Konkrit, Bukan Keluh Kesah
Senin, 29 Juni 2020 16:08 WIB
JAKARTA - Arahan Presiden Joko Widodo kepada seluruh anggota kabinet terkait penanganan Covid-19 saat sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020, dinilai menunjukan lemahnya kepemimpinan sang kepala negara dalam menangani krisis corona.

"Arahan Presisen Jokowi tersebut lebih banyak berkeluh kesah atas masalah di internal kabinet yang hanya membebani psikologi masyarakat Indonesi," kata Jurubicara PKS, Pipin Sopian di Jakarta, Senin (29/6).

Menurut alumni Ilmu Politik UI ini, sebagai kepala pemerintahan, seharusnya Jokowi memantau langsung hari per hari kebijakan menterinya dalam menangani krisis.

"Ada pepatah dalam manajemen kepemimpinan itu 'you get what you inspect, not what you expect'. Jika Presiden memiliki sense of crisis seharusnya beliau fokus mengawal day by day kinerja menteri-menterinya yang ditugasi khusus menangani Covid-19. Bukan malah berkeluh kesah setelah berbulan-bulan di berikan arahan. Jadi naon atuh yang dikerjakan Presiden Jokowi kemarin-kemarin?" tanyanya.

Menurut Ketua Departemen Politik DPP PKS ini, beban masyarakat saat ini semakin tinggi.

"Masyarakat butuh solusi konkrit dan progress positif penanganan pandemi dan dampaknya, bukan cerita keluh kesah yang justru akan menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena hanya menunjukkan sebuah pemerintahan yang lemah," terangnya.

Pipin juga menilai dari arahan Jokowi tersebut tergambar rapuhnya soliditas kabinet. Bahkan sampai menyatakan misalnya dalam belanja kementerian bidang kesehatan, dari Rp. 75 triliun yang dianggarkan, baru 1,53 persen yang dikeluarkan.

"Kasus seperti ini bukan untuk diungkap ke publik. Selesaikan langsung di internal kabinet. Kalau kerja menterinya tidak beres. Silahkan diberhentikan dan diganti. Bukan malah ngancem-ngancem reshuffle," ujarnya.

Kualitas pemimpin itu menurut Pipin, bisa dilihat dari sikapnya terhadap kegagalan dan keberhasilan dalam menangani krisis.

"Kalau berhasil, pemimpin baik tak lupa memberi apresiasi berbagai pihak yang terlibat dan tidak mengklaimnya sebagai keberhasilannya sendiri. Kalau gagal, dia bertanggung jawab atas kegagalan tersebut, bukan menyalahkan orang lain atau anak buahnya," terangnya.

Dalam situasi krisis seperti ini, lanjut Pipin, kita butuh seorang pemimpin yang mampu menahkodai melewati badai. Bukan seorang manajer yang bisa delegasi semata dan berkeluh kesah. Seakan-akan bukan bagian dari masalah.

"Jangan terlalu banyak dramaturgi politik," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww