Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
Peristiwa
23 jam yang lalu
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
2
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
Peristiwa
20 jam yang lalu
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
3
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
Peristiwa
23 jam yang lalu
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
4
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
Peristiwa
23 jam yang lalu
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
5
Timnas Indonesia Alami Perkembangan Positif
Sepakbola
14 jam yang lalu
Timnas Indonesia Alami Perkembangan Positif
6
Aegis Toxic Menangi Perang Saudara
Olahraga
14 jam yang lalu
Aegis Toxic Menangi Perang Saudara
Home  /  Berita  /  Hukum

Polisi Proses 102 Kasus Bansos Covid-19

Polisi Proses 102 Kasus Bansos Covid-19
Ilustrasi via lampost.co
Selasa, 28 Juli 2020 09:40 WIB
JAKARTA - Satgas Khusus Pengawasan Dana COVID-19 telah mengungkap 102 kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial penanganan COVID-19 di seluruh Indonesia

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Senin kemarin mengatakan, "Kasus-kasus tersebut ditangani Satgassus di 20 Polda,".

Mengutip antaranews.com pada Selasa (28/7/2020), pengananan kasus-kasus tersebut tersebar di:

1) Polda Sumut 38 kasus

2) Polda Jabar menangani 18 kasus

3) Polda Riau menangani 7 kasus

4) Polda Jatim 4 kasus

5) Polda Sulsel 4 kasus

6) Polda Sulteng 3 kasus

7) Polda NTT 3 kasus

8) Polda Banten 3 kasus

9) Polda Sumsel 2 kasus

10) Polda Malut 2 kasus

11) Polda Kalteng 1 kasus

12) Polda Kepri 1 kasus

13) Polda Sulbar 1 kasus

14) Polda Sumbar 1 kasus

15) Polda Kaltara 1 kasus

16) Polda Lampung 1 kasus

17) Polda Papua Barat 1 kasus

18) Polda Kalbar 1 kasus

19) Polda Papua 1 kasus

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui sejumlah alasan penyalahgunaan bantuan sosial itu adalah pemotongan dana dan pembagian tidak merata, pemotongan dana sengaja dilakukan perangkat desa dengan maksud asas keadilan bagi mereka yang tidak menerima (hal tersebut sudah diketahui dan disetujui penerima bantuan).

Motif lainnya pemotongan dana untuk uang lelah, pengurangan timbangan paket sembako dan terakhir adalah tidak ada transparansi kepada masyarakat terkait sistem pembagian dan dana yang diterima.

Sebelumnya, tercatat ada 92 kasus penyelewengan dana bantuan sosial yang ditangani Polri per tanggal 21 Juli 2020.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Ekonomi, Hukum
wwwwww