Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Kriminal

2 Hal Harus Dilakukan DKI sebelum Izinkan PKL di Trotoar, Menurut DPR

2 Hal Harus Dilakukan DKI sebelum Izinkan PKL di Trotoar, Menurut DPR
Foto: Ist.
Kamis, 03 September 2020 00:27 WIB

JAKARTA – Pemberitaan menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membahas penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL) di trotoar. Data dari Dinas UMKM akan dilihat kemungkinannya terlebih dahulu agar tak melanggar ketentuan Permen PUPR.

"Intinya tetap saya menunggu dari Pak Andri (Plt Kepala Dinas UMKM) lokasinya di mana saja. Trotoar kan hak pejalan kaki, kalau pejalan kaki merasa sudah terganggu? Di dalam Permen PUPR Nomor 3 Tahun 2014 menyebutkan boleh digunakan untuk PKL, tapi dengan ketentuan A B C D E F, selama ketentuan itu dipenuhi ya clear," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Selasa (1/9/2020).

Menanggapi pemberitaan yang beredar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang Korekeu, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, apa yang disampaikan oleh Pemda DKI bisa menjadi polemik. 

Tetapi, kata Dasco kepada wartawan di DPR, Rabu (2/9/2020), "kalau ini tujuannya memang untuk menggerakkan roda ekonomi, lalu kemudian untuk kelangsungan hidup dari pedagang, (patut dipertimbangkan, red)".

Setidaknya, menurut politisi Gerindra itu, ada dua hal yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh Pemprov DKI. "Saya pikir, selain kajian yang matang, itu juga diformulasikan trotoar mana yang boleh dan mana yang tidak boleh,".

Pada prinsipnya, menurut Dasco, "jangan sampai kemudian trotoar yang dipakai itu kemudian jadi menyebabkan kemacetan kemacetan seperti yang lalu-lalu,".

Seperti diketahui, Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Tak sedikit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terancam pukulan dampak ekonomi dari pandemi. Indonesia dalam pandangan sebagian orang, sudah memasuki resesi, dan menjaga UMKM sebagai model usaha rakyat di lapisan bawah menjadi penting agar perekonomian rakyat terus berputar.

Di sisi lain, digitalisasi UMKM juga menjadi agenda tak terpisahkan untuk menjawab tantangan peradaban, terlebih pandemi telah menghadapkan setiap orang untuk beradaptasi lebih cepat dengan era digital 5 G.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww