Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Basket

Ribuan Orang Demo Tolak Pakai Masker dan Vaksinasi bagi Anak Sekolah

Ribuan Orang Demo Tolak Pakai Masker dan Vaksinasi bagi Anak Sekolah
Demonstrasi antimasker dan antivaksin di Kota Roma, Italia, Sabtu (5/9/2020). (afp/inews.id)
Minggu, 06 September 2020 21:37 WIB

ROMA - Ribuan orang melakukan demo di Kota Roma, Italia, Sabtu (568/2020). Mereka menolak kewajiban memakai masker dan pemberian vaksinasi terhadap anak sekolah.

Dikutip dari inews.id yang melansir AFP, massa demonstran pada akhir pekan ini antara lain terdiri atas para aktivis antivaksin dan pendukung teori konspirasi.

''Jangan ada masker, jangan ada jarak sosial,'' demikian arti ungkapan yang tertera di sebuah spanduk yang diusung para pengunjuk rasa.

Sementara, pada alat peraga lainnya, tertulis kalimat-kalimat seperti ''Kebebasan pribadi tidak bisa diganggu gugat'' dan; ''Hidup kebebasan!''

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, menanggapi dingin gerakan protes semacam itu. Dia pun meminta para penolak masker dan vaksin untuk menyudahi aksi-aksi mereka.

''Ada lebih dari 274.000 orang yang sakit dan 35.000 meninggal (akibat Covid-19), titik!'' ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini tidak akan menerapkan penguncian (lockdown) atau karantina untuk keduakalinya. Kendati demikian, langkah semacam itu bisa saja yang dilakukan pada tempat-tempat tertentu jika diperlukan.

Lebih 35.500 orang meninggal akibat wabah Covid-19 di Italia—salah satu negara pertama di Eropa yang terkena dampak paling buruk oleh virus asal China itu. Sejauhi ini, hampir 276.000 kasus infeksi virus corona telah dikonfirmasi di negeri pizza itu.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Basket, Olympic
wwwwww