Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
Peristiwa
20 jam yang lalu
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
2
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
Umum
18 jam yang lalu
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
3
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
Pendidikan
17 jam yang lalu
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
4
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
MPR RI
14 jam yang lalu
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
5
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
Olahraga
8 jam yang lalu
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
6
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Ekonomi
13 jam yang lalu
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Kemendes Transformasikan Rp12 Triliun Keuangan Mikro Desa

Kemendes Transformasikan Rp12 Triliun Keuangan Mikro Desa
Ilustrasi. (Gambar: Ist./info desa)
Rabu, 21 Oktober 2020 13:53 WIB
JAKARTA -Kementerian Desa PDTT dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan transformasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Eks. PNPM Mandiri Perdesaan menjadi Lembaga Keuangan Desa (LKD). Setelahnya, LKD langsung bergerak sebagai unit usaha di bawah BUMDesma kecamatan setempat.

"Upaya ini mengejawantahkan penetapan status Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai entitas badan hukum mandiri sebagaimana tercantum dalam UU Cipta Kerja," kata Kapusdatin Kemendesa PDTT, Ivanovich Agusta kepada wartawan, Rabu (21/10/2030).

Ivanovich mengatakan, Rabu ini transformasi dimulai dari 147 UPK di Jawa Timur, "dengan aset dana bergulir mendekati Rp 600 miliar,".

Sementara OJK, kata Ivanovich, terbilang sigap mendampingi sejak proses pengalihan lembaga, pembinaan kesehatan keuangan, hingga monitoring rutin triwulanan.

Semua gerak cepat ini, lanjut Ivanovich, segera diikuti transformasi UPK lainnya menjadi 5.300 LKD. Dana yang digulirkan di antara keluarga miskin mencapai Rp 12,7 triliun, sementara aset lembaga mencapai Rp500 miliar.

"Titik penting upaya ini ialah menjaga dana masyarakat tetap menjadi milik publik, sekaligus memformalkan lembaga keuangan mikro ini, sehingga bisa dibina dan diawasi OJK. Tujuannya, kredit bagi 12,7 juta orang miskin dan hampir miskin di desa terus mengalir dan bergulir. Apalagi, tiap tahun ada tambahan 300 ribu nasabah dari kalangan keluarga miskin lainnya. Peningkatan kualitas LKD sebagai unit usaha Bumdesma menjadi instrumen penting penanggulangan kemiskinan desa," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Pemerintahan, Ekonomi
wwwwww