Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
14 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
8 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Olympic

Keluarkan Telegram Khusus, Panglima TNI Tegaskan Tak Terima Anggotanya Terlibat Hubungan Sesama Jenis

Keluarkan Telegram Khusus, Panglima TNI Tegaskan Tak Terima Anggotanya Terlibat Hubungan Sesama Jenis
Ilustrasi LGBT. (gambar: net)
Jum'at, 30 Oktober 2020 16:12 WIB
JAKARTA- Panglima TNI telah menerbitkan surat telegram bernomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 yang menegaskan LGBT merupakan salah satu perbuatan yang tidak patut dilakukan prajurit.

Peraturan tersebut menjadi dasar bagi TNI untuk menindak tegas prajurit yang terbukti terlibat lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Sejak proses awal, setiap orang yang terlibat LGBT akan sulit untuk diterima sebagai prajurit TNI, menurut Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI, Kolonel Sus Aidil.

"Melalui seleksi yang ada maka akan diketahui mereka terkait atau terlibat LGBT. Kalau terbukti LGBT tentu mereka tidak lulus seleksi dan tidak akan diterima," kata Aidil dikutip dari detikcom, Jumat (30/10/2020).

TNI, tegas Aidil, "tidak akan merekrut calon yang terlibat LGBT,".

detik.com mencatat, kehebohan isu LGBT di kalangan oknum TNI belakangan ini mencuat lewat penyingkapan yang dilakukan Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung (MA), Burhan Dahlan pada acara pembinaan teknis yudisial tanggal 12 Oktober 2020 di Yogyakarta.

MA mengonfirmasi sebanyak 16 perkara sudah diputus di tingkat kasasi dan semuanya dipecat. Pangkat oknum TNI yang gay beragam, mulai Prada hingga Letkol.****

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Olympic
wwwwww