Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Nasional

Jokowi Kecam Pernyataan Macron

Jokowi Kecam Pernyataan Macron
Presiden RI, Jokowi (tengah), Sabtu (31/10/2020), saat menyampaikan sikap Indonesia terhadap situasi keharmonisan umat beragama menyusul beberapa peristiwa di Perancis, Oktober 2020. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 31 Oktober 2020 14:38 WIB
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sikap resmi pemerintah terkait kondisi keharmonisan umat beragama menyusul beberapa peristiwa di Perancis.

Dalam siaran pers virtual, yang disaksikan GoNews.co, Sabtu (31/10/2020), pertama-tama Jokowi menyatakan kecaman keras Indonesia atas insiden kekerasan yang terjadi di Nice, Perancis, di mana beberapa nyawa dikabarkan melayang dalam insiden tersebut.

Kedua, kata Jokowi, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Perancis, Emanuel Macron dan kebebasan berekspresi yang menciderai nilai-nilai agama.

Terakhir, Jokowi menegaskan bahwa mengaitkan terorisme dengan agama adalah sebuah kesalahan besar.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang guru sejarah di Perancis bernama Samuel Paty tewas dipenggal setelah mempertunjukkan kartun nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada murid-murid di dalam kelas.

Macron, menyatakan pembelaannya pada kartun tersebut karena kartun adalah bagian dari kebebasan berekspresi di negara itu. Kata Macron, "kami tidak akan menyerahkan kartun kami. Kami tidak akan menyerah selamanya,".

Beberapa pihak di beberapa negara, akhirnya memboikot produk-produk Perancis, sebagai ekpresi kekecewaan pada Macron.

Belakangan, insiden penusukan terjadi di dalam dan di luar gereja Basilika Notre-Dame di pusat kota Nice, pada Kamis (29/10/2020) pagi, waktu setempat. Ada 3 orang yang dikabarkan tewas dalam insiden tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Metropolitan, Nasional, Basket, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww