Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Voli

Mendes PDTT Luncurkan Kampanye Informasi Pengembangan Inovasi Berbasis Digital

Mendes PDTT Luncurkan Kampanye Informasi Pengembangan Inovasi Berbasis Digital
Kampanye Informasi Pengembangan Inovasi dan Pembelajaran Masyarakat berbasis Digital melalui Iklan Layanan Masyarakat (ILM). (Foto: Istimewa)
Selasa, 08 Desember 2020 15:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan Kampanye Informasi Pengembangan Inovasi dan Pembelajaran Masyarakat berbasis Digital melalui Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Selasa (8/12/2020).

Iklan layanan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait ragam bentuk pembangunan desa di Indonesia.

Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini mengatakan, beberapa film pendek yang disajikan dalam iklan layanan masyarakat tersebut mengungkapkan hasil kerja pembangunan desa yang sudah dan yang akan dilaksanakan.

Di dalam film-film singkat pada iklan layanan masyarakat ini, masyarakat dapat melihat bagaimana teknologi online dapat memicu dan memacu perkembangan dan pemasaran produk-produk desa.

Selain itu, menurut Harlina, film-film singkat tersebut juga menyajikan realisasi dan dampak dana desa bagi perkembangan ekonomi desa.

"Kita dapat melihat bagaimana dana desa dapat dilaksanakan sebagai sarana untuk membuka peluang kerja di desa, menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan, menjadikan desa sebagai magnet investasi, dan mencegah perpindahan orang desa ke kota," ujarnya.

Di sisi lain ia mengatakan, perkembangan era digital yang saat ini terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan potensi-potensi desa, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di desa.

Menurutnya, perkembangan dunia digital telah merambah ke berbagai sektor yang menuntut desa untuk dengan cepat melakukan penyesuaian. Sementara itu, masih terdapat desa-desa yang belum memiliki jaringan internet.

"Ketersediaan jaringan internet belum merata di semua pelosok desa. Padahal era digital menuntut ketersediaan jaringan internet," ujarnya.

Terkait hal tersebut menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat desa harus mulai mengadopsi dan berkreasi dengan bentuk pelatihan yang berbeda.

Menurutnya, pelatihan-pelatihan tersebut harus mudah diakses, berstandar, mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran, dan menyelenggarakan pelatihan kompetensi yang bersertifikat.

"Bentuk pelatihan yang memenuhi kriteria ini perlu dilakukan agar desa mampu bersaing baik secara regional, nasional, bahkan global," ujarnya.

***

wwwwww