Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  SEA Games

Vaksin Covid-19 Datang, Hetifah minta Guru Ikut Diprioritaskan

Vaksin Covid-19 Datang, Hetifah minta Guru Ikut Diprioritaskan
Wakil ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian/legislator fraksi partai Golkar dalam suatu kesempatan. (foto: dok. www.gonews.co)
Selasa, 08 Desember 2020 15:53 WIB

JAKARTA - Pemerintah menerima 1,2 juta vaksin corona dari Tiongkok, Sinovac. Vaksin tersebut dibawa dengan pesawat Boeing 777-300ER melalui bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Minggu (6/12/2020).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melansir Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860 Tahun 2020, yang salah satu isinya adalah menetapkan Sinovac sebagai salah satu vaksin yang bisa digunakan di Indonesia.

Terkait dengan distribusi, ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartanto, sempat membeberkan vaksin akan pertama kali diberikan kepada tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

"Pelaksanaan vaksinasi dilakukan juga secara bertahap dengan prioritas tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik yang telah diatur teknis Pak menkes Terawan," katanya dalam jumpa pers, Senin (7/12/2020).

Sehubungan dengan hal tersebut, wakil ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, pihaknya berharap guru juga menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin tersebut. Permintaan ini muncul saat Ia dan rombongan Komisi X DPR RI mengadakan kunjungan kerja spesifik ke Kota Bogor dalam rangka meninjau kesiapan daerah melakukan pembelajaran, baik tatap muka maupun jarak jauh.

"Guru adalah juga pelayan publik yang sehari-hari berhadapan langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Oleh karena itu kesehatan mereka harus kita utamakan," paparnya.

Ia melanjutkan bahwa meski demikian, pemberian vaksin juga sesuai keinginan para guru.

"Jangan diwajibkan, karena itu hak asasi mereka untuk memilih. Namun jika mereka mau, mereka harus mendapat prioritas dengan biaya yang ditanggung pemerintah," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Nasional, Kriminal, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta, Kalimantan Timur
wwwwww