Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
2
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
7 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
12 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
6 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
6 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  MPR RI

Harusnya Kata Fadel, Pemilu 2024 Kaum Perempuan Lebih Banyak yang Terjun ke Politik

Harusnya Kata Fadel, Pemilu 2024 Kaum Perempuan Lebih Banyak yang Terjun ke Politik
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad. (Foto: Humas MPR)
Minggu, 13 Desember 2020 21:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
GORONTALO - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menilai perjalanan demokrasi Indonesia sejak merdeka hingga era reformasi menunjukkan perkembangan yang baik.

Namun, kata dia, sangat disayangkan angka keterwakilan perempuan di parlemen pasca pemilu 2009 dan 2014 masih rendah.Padahal, di tahun 2018 keluar Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 soal pengajuan bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang mensyaratkan parpol dalam menyusun daftar bakal calon, wajib memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil.

"Peraturan tersebut mampu memberikan semangat baru, sehingga jumlah keterwakilan perempuan di pemilu 2019 naik menjadi 20,5%. Tapi, masih di bawah 30 persen. Saya heran juga kenapa begitu sulit perempuan masuk parlemen, padahal kualitas, kapabilitas perempuan Indonesia tidak bisa dianggap enteng, tidak kalah dengan kaum pria," ujar Fadel dalam keterangannya, Minggu (13/12/2020).

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Seminar Nasional Kebangsaan bertema 'Suara Perempuan di Parlemen' kerja sama MPR dengan Dewan Pimpinan Pusat Sustainable Development Goals (DPP SDGs) Lira, di Kota Gorontalo, Sabtu (12/12).

Pimpinan MPR dari Kelompok DPD ini mengatakan walaupun belum mencapai 30 persen, namun jumlah keterwakilan di tahun 2019 harus disyukuri dan mesti ditingkatkan lagi di pemilu selanjutnya. Sebab, di antara negara-negara ASEAN, jumlah keterwakilan perempuan di Indonesia yang sebesar 21 persen masih di bawah Filipina yang melebihi 30 persen, Singapura 23 persen dan Vietnam 27 persen.

"Dari seminar ini, saya berharap akan keluar pemikiran-pemikiran yang bisa mengidentifikasi apa yang menyebabkan rendahnya jumlah keterwakilan perempuan di parlemen sekaligus solusi terbaiknya," ucapnya.

"Kepada para perempuan Indonesia, saya mengajak agar lebih semangat untuk terjun ke ranah politik sampai menjadi wakil rakyat kalau bisa melebihi 30 persen. Tentu saja dibarengi dengan peningkatan kualitas diri," pungkas Fadel.

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut antara lain, anggota MPR Fraksi Gerindra Elnino M. Husein Mohi, Anggota MPR dari Kelompok DPD Rahmijati Jahja, Ketua DPP SDGs Lira Sriyani Haju, akademisi Universitas Negeri Gorontalo Lilan Dama, dan para peserta yang sebagian besar kaum perempuan anggota SDGs Lira, mahasiswi UNG serta masyarakat umum.

***

wwwwww