Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Nasional

'International Women's Day', Nukila Dorong Penguatan Peran Perempuan sebagai Pemimpin di Berbagai Bidang

International Womens Day, Nukila Dorong Penguatan Peran Perempuan sebagai Pemimpin di Berbagai Bidang
Aktivis perempuan, Nukila Evanty saat menjadi pembicara dalam webinar Tren Pemimpin Perempuan, Potensi dan Tantangan pada 8 Maret 2021. (gambar: ist.)
Kamis, 11 Maret 2021 16:22 WIB
JAKARTA - Sekelompok aktivis dan tokoh perempuan memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) dengan menggelar webinar bertajuk Tren Pemimpin Perempuan, Potensi dan Tantangan pada 8 Maret 2021.

Diskusi yang turut menghadirkan aktivis perempuan dari WWG (Women Working Group) dan AWID (Association for Women Rights in Development), Nukila Evanty itu, menghasilkan kesimpulan bahwa telah ada beberapa kebijakan afirmatif untuk menjamin hak perempuan namun belum ada implementasi yang optimal. Kesimpulan ini juga berujung kesepakatan bahwa perlu ada penguatan pendidikan politik bagi perempuan dan civic education, proses rekrutmen politik harus obyektif, penguatan kemitraan perempuan dan laki-laki (sisterhood brotherhood partnership), serta penguatan kesadaran bahwa perempuan sama dengan laki-laki dan setara untuk memimpin.

Pernyataan tertulis yang dikutip GoNews.co pada Kamis (11/3/2021), merinci bahwa bambatan pemimpin perempuan diantaranya muncul dari kelompok perempuan sendiri atau pesimistis dari perempuan itu sendiri (women not supporting women). Kata Nukila, hambatan ini muncul dari kelompok perempuan yang masih menganggap bahwa perempuan harus mematuhi kodratnya di bawah laki-laki.

Hambatan lainnya, lanjut Nukila, adalah budaya patriarki (laki-laki itu gagah, pantas memimpin, dunia politik dan organisasi adalah dunia maskulin). Nukila memaparkan, kelompok patriarki berpandangan bahwa tak pantas perempuan memimpin.

"Kelompok patriarki menggunakan beberapa dalil mereka sendiri, adanya stereotyping bahwa perempuan itu lemah, sensitif, subordinatif. Belum lagi kekerasan seksual dan bullying yang dihadapi perempuan dalam proses pencalonannya dan kampanye sebagai pemimpin," kata Nukila.

Sejalan dengan kesimpulan dan kesepakatan tersebut, Nukila juga menuturkan bahwa dirinya kini tengah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Alumni FH Undip (Fakultas Hukum Universitas Diponegoro).

Lebih jauh, Nukila menyatakan apresiasi dan dorongan berbagai elemen bangsa dalam penguatan peran perempuan dan pemenuhan hak-hak perempuan di berbagai bidang. Tak terkecuali misalnya, melalui perundangan.

"Karenanya kita bangga beberapa perempuan Indonesia telah menjadi menjadi, bahkan Ketua DPR RI kita saat ini kan perempuan. Saya optimis, di kepemimpinan Ibu Puan Maharani saat ini berbagai regulasi yang terkait dengan perempuan seperti RUU PKS, RUU PPRT, dan RUU Masyarakat Hukum Adat bisa disahkan sebagai bentuk keberpihakan kepada perempuan," kata Nukila.

Turut hadir dalam webinar tersebut, aktivis perempuan lainnya yakni, Inung Nur Syarifah, Siti Rahma Mary Herwati dan Syanaz Nadia W.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww