Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Zudan: Mengharukan! Perempuan Rimba Berbondong Bersedia Difoto untuk KTP-el

Zudan: Mengharukan! Perempuan Rimba Berbondong Bersedia Difoto untuk KTP-el
Perempuan rimba, SAD (Suku Anak Dalam) saat menjalani perekaman di Desa Lubuk Jering, Kec. Air Hitam, Kab. Sarolangun, Prov. Jambi, Rabu (10/3/2021). (foto: ist./dukcapil)
Kamis, 11 Maret 2021 16:58 WIB
BATANGHARI - Ratusan warga SAD (Suku Anak Dalam) baik lelaki maupun perempuan yang dipimpin para Temenggungnya menghadiri pelayanan jemput bola perekaman data KTP-el sekaligus penyerahan dokumen kependudukan yang digelar oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Batanghari dan Tim Ditjen Dukcapil. Kesedihan peralatan perekaman yang lengkap dengan satelit dan terhubung dengan database SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan), mempermudah dan mempercepat pelayanan.

Dalam kegiatan yang berlangsung Rabu (10/3/2021), hal menarik dan mengharukan terjadi di Desa Jeluti, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, pada Rabu (10/3/2021). Ini bukanlah satu-satunya hari dimana Dukcapil melakukan jemput bola terhadap SAD.

Hal mengharukan tersebut, menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri (Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri), Zudan Arif Fakrullah, adalah kerelaan perempuan warga SAD untuk direkam dan difoto. Diketahui, perempuan rimba SAD pantang direkam dan difoto berdasarkan hukum adat mereka.

"Begitu juga Suku Kubu, mereka ini pantang menyebut nama orang tua mereka yang sudah meninggal dunia," kata Zudan dalam keterangan yang dikutip GoNews.co, Kamis (11/3/2021).

Karena sebagian besar warga SAD menganut kepercayaan animisme maka ditulis kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, ujar Zudan.

Zudan menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kesediaan kaum perempuan SAD merekam data KTP-el mereka. "Inilah bentuk kesadaran sekaligus tanggungjawab warga dalam bernegara telah ditunjukkan oleh komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam,".

"Ini tentu sangat kami apresiasi. Kaum perempuan SAD yang sebetulnya pantang difoto, rela 'menanggalkan' pantangan itu demi kepentingan yang lebih besar buat keluarga terutama anak-anak mereka. Dengan memiliki KTP-el dan NKK (nomor induk kependudukan) mereka akan mudah mendapatkan pelayanan publik lainnya seperti layanan kesehatan, pendidikan dan bantuan sosial," tutur Dirjen Zudan.

Salah satu Temenggung Suku Anak Dalam, yakni Temenggung Ngelembo mengungkapkan, bahwa pada Selasa semua warganya sudah direkam data oleh Dukcapil, termasuk 10 di antaranya merupakan wanita. Ia mengungkapkan, masih banyak perempuan dari warganya yang belum bersedia direkam data oleh Dukcapil.

Hadir menyaksikan proses perekaman dan pemberian dokumen kependudukan di Desa Jeluti yakni Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Bupati Batanghari, M Fadhil Arief, Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kemendagri, David Yama, dan Direktur PKAT (Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil) Kemensos RI, La Ode A Taufik.

Kedua unsur kementerian negara Republik Indonesia itu juga meninjau secara langsung kondisi pemukiman terpadu warga SAD di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, yang berada di Kawasan Taman Nasional Bukit 12, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Sekedar informasi, kolaborasi Dukcapil Kemendagri dengan Kemensos RI ini bukan merupakan kali pertama. Belum lama ini, Dukcapil Kemendagri bersama Kemensos era Risma telah melakukan dua kali giat serupa terhadap orang-orang terlantar di Ibu Kota Negara, DKI Jakarta. Orang-orang terlantar itu direkam datanya dan diberi dokumen kependudukannya, untuk memudahkan mereka menerima bantuan sosial dari Kemensos RI.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jambi, Pemerintahan, Umum
wwwwww