Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
6 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
22 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
21 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Dragan Ungkap Soal Kegagalan PSIS
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dragan Ungkap Soal Kegagalan PSIS
5
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
22 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
6
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
6 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Home  /  Berita  /  Olahraga

PP PBVSI Dukung Perubahan Status Aprilia Manganang

PP PBVSI Dukung Perubahan Status Aprilia Manganang
Aprilia Manganang. (Foto: viva.co.id)
Kamis, 11 Maret 2021 22:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Keputusan atlet bolavoli nasional, Aprilia Manganang yang melakukan perubahan status dari putri ke putra yang difasilitasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa didukung Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI, Hanny Surkatty yang mengaku baru mengetahui perubahan kelamin Aprilia. "Kita mendukung penuh keputusan yang diambil Aprilia mengenai perubahan dari putri ke putra. Itu kan memang hak pribadi dari Aprilia Manganang sendiri," ujar Hanny Surkattu, dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3).

Menurut Hanny, penempatan Aprilia pada tim nasional putri, sebelum dia mengundurkan diri dari voli pada 2020, adalah berdasarkan dokumen-dokumen negara, berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga dan Paspor.

Saat mengikuti SEA Games 2015 di Singapura, ketika tim voli putri mendapat protes dari Filipina, Hanny mengatakan pemeriksaan keabsahan dilakukan oleh komite medical SEA Games untuk menentukan apakah Aprilia bertanding atau tidak. Faktanya, Aprilia diizinkan bermain sebagai putri.

"Jadi, berdasarkan hal-hal tersebut di atas kami yakin bahwa April itu putri. Dan, seluruh pemain tim-tim dari negara lain menerima hasil tersebut, sehingga April bisa bermain di SEA Games di Singapura 2017," katanya.

Hingga saat ini, kata Hanny, belum ada protes dari negara yang bertanding dalam SEA Games. Dan, ia juga menyebut belum ada komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengenai hal ini.

"Karena ini juga kita baru dengar beberapa hari, dan tidak ada dari negara lain protes juga tidak ada. Dan untuk antisipasi, kita dalam posisi menunggu sekarang, jadi apabila nanti ada protes, baru kita nanti akan berbicara dengan KOI dan panitia dari Badan Asia untuk olahraga," katanya.

Mengingat kasus ini baru pertama kali terjadi, kata Hanny yang juga Direktur Proliga, PP PBVSI akan memantau perkembangannya. "Negara yang lain juga akan mempelajari dahulu karena ini tidak ada faktor kesengajaan, beda kalau ada memang disembunyikan bahwa dia sebenarnya laki, terus dibuat seolah-olah perempuan Jadi, kita tidak mau mengandai-andai, kita lihat perkembangannya bagaimana, mudah-mudahan semua mengerti hal ini, kasus ini sampai di sini saja," tandasnya. ***

wwwwww