Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PP PBVSI Dukung Perubahan Status Aprilia Manganang

PP PBVSI Dukung Perubahan Status Aprilia Manganang
Aprilia Manganang. (Foto: viva.co.id)
Kamis, 11 Maret 2021 22:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Keputusan atlet bolavoli nasional, Aprilia Manganang yang melakukan perubahan status dari putri ke putra yang difasilitasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa didukung Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI).

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI, Hanny Surkatty yang mengaku baru mengetahui perubahan kelamin Aprilia. "Kita mendukung penuh keputusan yang diambil Aprilia mengenai perubahan dari putri ke putra. Itu kan memang hak pribadi dari Aprilia Manganang sendiri," ujar Hanny Surkattu, dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3).

Menurut Hanny, penempatan Aprilia pada tim nasional putri, sebelum dia mengundurkan diri dari voli pada 2020, adalah berdasarkan dokumen-dokumen negara, berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga dan Paspor.

Saat mengikuti SEA Games 2015 di Singapura, ketika tim voli putri mendapat protes dari Filipina, Hanny mengatakan pemeriksaan keabsahan dilakukan oleh komite medical SEA Games untuk menentukan apakah Aprilia bertanding atau tidak. Faktanya, Aprilia diizinkan bermain sebagai putri.

"Jadi, berdasarkan hal-hal tersebut di atas kami yakin bahwa April itu putri. Dan, seluruh pemain tim-tim dari negara lain menerima hasil tersebut, sehingga April bisa bermain di SEA Games di Singapura 2017," katanya.

Hingga saat ini, kata Hanny, belum ada protes dari negara yang bertanding dalam SEA Games. Dan, ia juga menyebut belum ada komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengenai hal ini.

"Karena ini juga kita baru dengar beberapa hari, dan tidak ada dari negara lain protes juga tidak ada. Dan untuk antisipasi, kita dalam posisi menunggu sekarang, jadi apabila nanti ada protes, baru kita nanti akan berbicara dengan KOI dan panitia dari Badan Asia untuk olahraga," katanya.

Mengingat kasus ini baru pertama kali terjadi, kata Hanny yang juga Direktur Proliga, PP PBVSI akan memantau perkembangannya. "Negara yang lain juga akan mempelajari dahulu karena ini tidak ada faktor kesengajaan, beda kalau ada memang disembunyikan bahwa dia sebenarnya laki, terus dibuat seolah-olah perempuan Jadi, kita tidak mau mengandai-andai, kita lihat perkembangannya bagaimana, mudah-mudahan semua mengerti hal ini, kasus ini sampai di sini saja," tandasnya. ***

wwwwww