Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
9 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
17 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
7 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
6 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Dalam Sepekan, Dana Asing Rp 7,83 Triliun Kabur dari RI

Dalam Sepekan, Dana Asing Rp 7,83 Triliun Kabur dari RI
Ilustrasi Dollar dan rupiah. (Foto: Istimewa)
Minggu, 14 Maret 2021 16:19 WIB
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing yang kabur dari Indonesia. Selama pekan ini atau sejak 8-10 Maret 2021, total sebanyak Rp 7,83 triliun dana asing yang keluar dari pasar keuangan domestik.

Secara rinci, sebanyak Rp 6,87 triliun dana asing tersebut keluar di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 960 triliun keluar di pasar saham. Sehingga sejak awal tahun ini hingga 10 Maret, total Rp 5,89 triliun dana asing keluar dari pasar keuangan Indonesia.

"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year yo date), nonresiden di pasar keuangan domestik jual (keluar) sebesar Rp 5,89 triliun neto," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Sabtu (13/3).

Sementara itu, imbal hasil atau yield SBN bertenor sepuluh tahun juga terus menurun. Pada 10 Maret, yield SBN sepuluh tahun sebesar 6,73 persen. Selanjutnya lada 11 Maret, yield kembali turun ke level 6,69 persen.

Yield SBN dinilai masih menarik dari surat obligasi pemerintah AS atau US Treasury. Yield US Treasury sepuluh tahun sebesar 1,573 persen pada 11 Maret.

BI berkomitmen akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tambahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi, Olympic
wwwwww