Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
15 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
16 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
16 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Produsen Tahu Tempe Ancam Mogok, Legislator Desak Pemerintah Kontrol Harga Kedelai

Produsen Tahu Tempe Ancam Mogok, Legislator Desak Pemerintah Kontrol Harga Kedelai
Ilustrasi kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe. (gambar: ist.)
Sabtu, 29 Mei 2021 13:04 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Azikin Solthan, meminta Pemerintah segera menetapkan harga tertinggi kedelai. Baik kedelai impor maupun kedelai lokal.

Penetapan harga kedelai ini penting untuk memberi kepastian bagi para produsen dan penjual tempe tahu Tanah Air.

"Jadi mau kedelai impor ataupun dalam negeri harus ada dasar harga tinggi sehingga bisa terkendali dan produsen tahu dan tempe dapat segera terbantu dan tidak bisa kita biarkan negara harus hadir," kata Azikin dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (29/6/2021).

Sebelumnya, salah seorang perajin tahu Cibuntu, Deden (46) mengatakan, saat ini harga kedelai telah mencapai Rp10.700 bahkan ada juga yang sampai Rp12 ribu per kilogram. Padahal, harga normalnya Rp6.800 - Rp7 ribu per kilogram.

"Naiknya sudah sejak sebelum bulan puasa, malahan sampai hari ini harganya terus naik. Kalau begini terus, kami yang bingung. Mau jual berapa ke konsumen?" ujarnya saat ditemui di Jalan Cibuntu Selatan, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (26/5/2021).

Deden mengaku, telah melakukan berbagai upaya agar tidak sampai menaikkan harga jual tahu produksinya. Mulai dari mengecilkan ukuran tahu hingga menjual tahu secara terbatas.

"Karena harga tahu yang saya jual sudah Rp1.000 per butir, maka tidak mungkin saya naikkan lagi. Bisa kabur nanti pembeli. Jadi solusinya saya perkecil saja ukurannya, bahkan baru dua hari ini saya jualnya terbatas, biasanya sehari saya produksi 100 papan (1 papan = 100 butir tahu), tapi kemarin saya hanya bikin 60-70 papan saja. Saya khawatir kalau produksi seperti biasa, bahan baku habis, terus harus beli kedelai lagi yang lagi mahal, habis dong modal saya," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Deden mengaku akan ikut aksi mogok berproduksi dan berjualan ini seperti teman-temannya. Deden berharap dengan aksi mogok ini pemerintah segera mencari solusi agar kondisi mahalnya kedelai dapat secepatnya diatasi. "Insya Allah, saya ikut kaksi mogok nanti," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Kriminal, Nasional, Ekonomi
wwwwww