Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
15 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
9 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kunjungi Kesultanan Buton, Ketua DPD RI Minta Sejarah Tidak Ditinggalkan

Kunjungi Kesultanan Buton, Ketua DPD RI Minta Sejarah Tidak Ditinggalkan
Ketua DPD RI saat menerima buku dari Sultan Buton La Ode Muhammad Izzat Mana'arfa (paling kanan) dengan disaksikan langsung oleh Walikota Baubau AS Tamrin (Tengah) di Kesultanan Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/6/2021).
Jum'at, 18 Juni 2021 03:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BAUBAU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengisi kunjungan kerjanya di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan mengunjungi Kesultanan Buton di Kota Baubau, Kamis (17/6/2021).

Dalam sambutannya di Baruga Keraton Buton, LaNyalla meminta sejarah tidak ditinggalkan. Sebab, Indonesia lahir karena peran dan dukungan konkret dari kerajaan dan kesultanan Nusantara.

Menurutnya, para Raja dan Sultan Nusantara telah memberikan kontribusi nyata, baik material maupun non material, untuk lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pada saat BPUPKI dan PPKI bersidang untuk merumuskan persiapan kemerdekaan Indonesia dan merumuskan ideologi bangsa ini, hampir semua raja dan sultan menyumbangkan pikiran dan gagasan mereka," ungkap LaNyalla.

Ditambahkannya, perumusan ideologi bangsa tentunya juga atas kontribusi para tokoh lainnya, baik dari kalangan pemuka agama, kaum cendekiawan dan kaum pergerakan.

Menurut LaNyalla, gagasan dan pemikiran para raja dan tokoh-tokoh itulah kemudian melahirkan ideologi Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung melalui butir-butir dari lima sila di dalamnya.

“Jadi negara ini jelas dibangun atas dasar sumbangsih pemikiran para pendiri bangsa, yang berpikir luhur dengan nilai-nilai adiluhung dan hati yang bersih, dengan niat dan semangat untuk kebaikan anak cucu di kemudian hari,” tegasnya.

Senator asal Jawa Timur ini mengatakan, Indonesia lahir bukan untuk ambisi kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan.

“Negara ini bukan dibangun oleh Partai Politik. Di mana sekarang Partai Politik justru menjadi sentral penentu kekuasaan. Dan menjelma menjadi satu-satunya saluran bagi calon pemimpin bangsa untuk dapat dipilih oleh rakyat,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta semua pihak kembali mengingat pernyataan Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

"Bung Karno, sebagai salah satu pendiri bangsa ini dengan tegas mengatakan, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Karena sejarah menempatkan kelompok masyarakat madani atau civil society sebagai pendiri bangsa ini. Bukan kelompok politik yang bertujuan memiliki kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan tersebut," paparnya.

LaNyalla sendiri memang sengaja berkeliling ke kerajaan-kerajaan Nusantara. Silaturahmi DPD RI kepada para pemangku kerajaan dan kesultanan Nusantara dilakukan mengingat kerajaan dan kesultanan adalah salah satu tonggak dan pilar pendiri bangsa dan negara ini.

"Karena itu, DPD RI sebagai wakil daerah, terus berkomitmen untuk menyuarakan kepentingan daerah dan stakeholder di daerah, termasuk komunitas adat, yang diwakili oleh kerajaan dan kesultanan Nusantara, sebagai salah satu pemegang saham republik ini, agar mendapat tempat yang layak dalam proses perjalanan bangsa," jelas LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu menyatakan DPD RI punya misi dengan terus melakukan kunjungan kerja ke kerajaan dan kesultanan Nusantara di tanah air. LaNyalla menegaskan komitmen DPD RI terhadap eksistensi kerajaan dan kesultanan Nusantara.

'DPD RI berharap dapat membangun sinergi untuk mengembalikan kejayaan Nusantara di era kerajaan dan kesultanan Nusantara berjaya di masa lalu," katanya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan LaNyalla untuk mengembalikan kejayaan Nusantara adalah melalui rencana kegiatan DPD RI mengundang seluruh Raja dan Sultan Nusantara. DPD RI akan menginisiasi pertemuan Raja dan Sultan Nusantara dalam sebuah forum yang akan digelar di Jakarta.

"Forum tersebut guna memberikan rekomendasi kepada negara tentang arah perjalanan bangsa," ucap LaNyalla.***

wwwwww