Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Olympic

Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Massa Bonek

Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Massa Bonek
Massa bonek yang memenuhi jalan di Surabaya dibubarkan polisi. (Foto: Detik.com)
Jum'at, 18 Juni 2021 16:32 WIB
JAKARTA - Massa bonek yang memenuhi jalan di Surabaya merayakan ultah Persebaya coba dibubarkan polisi. Akibatnya kericuhan terjadi. Flare, bakar ban, dan tembakan gas air mata mewarnai kericuhan.

Dilansir GoNews.co dari detikcom, Jumat (18/6/2021), massa bonek dari segala penjuru jalan mempunyai satu tujuan yakni ke Stadion Tambaksari. Namun jalan menuju stadion telah diblokade polisi dari setiap ruas jalan menuju ke arah sana.

Rombongan bonek yang ada di jalan pun juga coba dibubarkan polisi. Seperti yang ada di jalan seputaran SMA komplek. Massa bonek coba dipecah dan disuruh putar balik.

Massa bonek yang berhasil lolos akhirnya tertahan di ruas jalan menuju Stadion Tambaksari seperti di Jalan Ngaglik, di Jalan Kapas Krampung, dan Jalan Tambakrejo. Mereka dihadang barikade polisi yang berbaris berjajar.

Di Jalan Ngaglik, massa bonek sempat menyalakan flare dan membakar ban. Polisi mereaksinya dengan membubarkan massa menggunakan tembakan gas air mata. Massa bonek membalas dengan melempar batu. Ricuh pun tak terhindarkan.

Setelah mulai kondusif, massa bonek mulai memenuhi jalan lagi. Namun mereka tak berulah lagi. Mereka duduk dan berdiri berkumpul sambil menyanyikan lagu-lagu dan yel-yel Persebaya sambil mengibarkan bendera Persebaya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Timur, Sepakbola, Olympic
wwwwww