Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gaet Sutiyoso, NasDem Untung Banyak

Gaet Sutiyoso, NasDem Untung Banyak
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 18 Juni 2021 16:37 WIB
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kini resmi bergabung dengan Partai NasDem. Kehadiran Sutiyoso dianggap sebagai peluang NasDem merangkul suara pemilih dari kalangan eks tentara untuk pemilu 2024.

Direktur Parameter Politik Adi Prayitno mulanya mengatakan bergabungnya Sutiyoso menjadi suntikan amunisi penting bagi NasDem. Apalagi, melihat Sutiyoso memiliki rekam jejak yang bagus.

"Jelas banyak keuntungannya (Sutiyoso gabung NasDem). NasDem ini mendapatkan suntikan tokoh penting yang dalam banyak hal, banyak followers dan jaringan politiknya karena Pak Sutiyoso sebagai mantan tentara kemudian Gubernur DKI 2 periode dan mantan ketua PKPI tentu memiliki rekam jejak yang cukup bagus terutama membangun konsolidasi politik," kata Adi dilansir GoNews.co dari detikcom, Kamis (17/6/2021).

"Tentu dengan hadir ya pak Sutiyoso ini punya kesempatan bagi NasDem untuk memperlebar ceruk pemilihnya utama merangkul pemilih-pemilih yang itu sebarannya di eks tentara yang belakangan memang punya kecenderungan terjun ke politik," imbuh Adi.

"Tujuannya adalah menyasar segmentasi pemilih yang merindukan sosok figur tentara yang belakang di barisan partai politik tertentu," sambungnya.

Adi menambahkan posisi dewan kehormatan yang diberikan kepada Sutiyoso merupakan jabatan yang pas. Mengingat rekam jejak Sutiyoso yang sudah malang melintang di dunia politik hingga militer.

"Karpet biru yang diberikan oleh NasDem kepada Pak Sutiyoso atas kiprah atas dedikasi track record dan jam terbangnya di politik yang cukup luar biasa," tutup Adi.

Ternyata, ada peran Ketum NasDem Surya Paloh di balik bergabungnya Sutiyoso. Beberapa waktu lalu, mantan Kepala BIN itu sempat berjumpa dengan Surya Paloh.

"Kalau kita ingin membangun negeri ini, salah satunya kita harus melalui partai politik. Kenapa saya bergabung dengan Partai NasDem? Jujur saja, saya punya hubungan yang sangat akrab dengan Pak Surya Paloh sejak saya menjadi Panglima Kodam Jaya dulu," ungkap Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Partai NasDem menyebut kehadiran Sutiyoso dinilai dapat bermanfaat bagi lingkup internal partai. "Kita bersyukur ya orang sekapasitas, sekaliber Bang Yos bisa bergabung dengan kami, tentu banyak hal yang dapat ditransfer dan diteladani dari beliau. Dengan jejak langkah beliau, dengan pengalaman-pengalaman beliau, jam terbang beliau sebagai purnawirawan, sebagai gubernur, sebagai ketum partai, sebagai mantan Kepala BIN tentu banyak hal yang bisa bermanfaat bagi NasDem," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww