Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
9 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan

Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Penampakan Mobil Toyota Raize. (foto: Istimewa)
Jum'at, 18 Juni 2021 00:00 WIB
JAKARTA - PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan sudah memulai proses suplai atau memasok varian mesin konvensional atas Toyota Raize dengan kapasitas 1.200 cc ke diler bulan ini. Sehingga dalam waktu dekat para peminat SUV kompak tersebut sudah punya pilihan lain yang lebih luas.

Diketahui, untuk model 1.2 L, ada dua varian yang akan tersedia yaitu G MT dan G CVT. "Kita memajukan launching dari rencana awal untuk varian ini, yakni dari awal semester kedua menjadi Juni 2021. Jadi, supply sudah ada sehingga konsumen punya pilihan lebih banyak," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi, Kamis (17/6/2021).

Adapun kisaran harga dari Raize 1.2 L ini, lanjut Anton, ialah mulai dari Rp 202 jutaan dengan skema pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen. Sementara jika insentif disesuaikan jadi 50 persen, banderolnya menjadi Rp 210 jutaan.

"Untuk pemberlakuan atau pemberian PPnBM, kita masih menunggu keputusan pemerintah melalui PMK-nya. Tapi bila menggunakan skema PPnBM 0 persen, harganya sekitar Rp 202 juta sampai Rp 215 juta," kata dia.

"Sedangkan kalau PPnBm 50 persen, mulai dari Rp 210 juta dengan dua varian," lanjut Anton.

Diketahui, pemerintah RI belum lama ini berencana untuk memperpanjang pemberian insentif PPnBM 0 persen sejalan dengan respons yang sangat baik dari sektor otomotif. Sehingga, harga mobil akan terus menjadi lebih murah hingga Agustus 2021 mendatang. Setelah itu, baru PPnBM 50 persen diberlakukan hingga akhir tahun. Diharapkan, hal tersebut mampu terus menumbuhkan dan mempercepat proses recovery industri otomotif nasional.

“Kementerian Keuangan sudah senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di Tanah Air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, PON
wwwwww