Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Totalitas Bantu Jokowi, Prabowo Capres Potensial Meski Tanpa Bermanuver

Totalitas Bantu Jokowi, Prabowo Capres Potensial Meski Tanpa Bermanuver
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Rabu, 23 Juni 2021 02:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Belum ada tanda-tanda manuver politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meski elektabilitasnya selalu tinggi dalam beberapa lembaga survei.

Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, Prabowo masih fokus membantu Presiden Joko Widodo dengan tanggung jawabnya sebagai Menteri Pertahanan.

"Totalitasnya bekerja sebagai menteri, bukan untuk kepentingan politik elektoral meski hampir semua survei memenangkan Prabowo. Dalam banyak hal, fokus dan totalitas Prabowo ini bikin tenang karena kekhawatiran akan munculnya 'matahari kembar' tak pernah terjadi," ujar Adi kepada wartawan, Selasa (22/6).

Bagi Adi, sikap Prabowo tersebut terjadi lantaran paham gelaran pilpres masih jauh. Oleh sebab itu, Prabowo memilih tidak grusa-grusu dan agresif bermanuver meski memiliki modal kuat untuk kembali bertarung 2024.

"Posisinya sebagai Ketum Gerindra dan elektabilitas tertinggi tentunya bikin Prabowo cool saja menatap jalan panjang pencapresan. Sementara calon yang lain belum tentu punya kedua bekal itu," lanjut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.

"Tanpa bermanuver pun, publik sudah paham bahwa Prabowo adalah capres potensial di 2024 yang saat ini elektabilitasnya teratas versi survei," lanjutnya.

Nama Prabowo masuk papan atas sebagai bakal kandidat Pilpres 2024 dalam berbagai survei. Survei terbaru, yakni LSI Denny JA, elektabilitas Prabowo mencapai 23,5%. Hal serupa juga terlihat pada survei Parameter Politik Indonesia pada 5 Juni, Prabowo berada di puncak dengan elektabilitas 22,3%.***

wwwwww