Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Olympic

Jarang Jajan karena Ayahnya Tak Mampu, Balita di Tegal Hobi Makan Pecahan Tembok

Jarang Jajan karena Ayahnya Tak Mampu, Balita di Tegal Hobi Makan Pecahan Tembok
VF, balita berusia tiga tahun, di Kota Tegal punya kebiasan aneh. (Foto: Istimewa)
Minggu, 12 September 2021 17:43 WIB

JAKARTA - VF, balita berusia tiga tahun, di Kota Tegal punya kebiasan aneh dan tak layak untuk ditiru. Sejak berusia dua tahun, ini memiliki kegemaran memakan tanah dan pecahan tembok. Diduga kebiasaan itu timbul karena orangtua hampir tidak pernah membelikan jajan karena tergolong tidak mampu secara ekonomi.

"Sejak mulai bisa jalan sudah makan tanah sama pecahan-pecahan tembok. Saat itu usianya dua tahun," kata ibu VF, Umrotun, kepada wartawan, Sabtu (11/9/2021).

Ia bercerita, awalnya ia pertama kali melihat anaknya memakan tanah dari puing-puing tembok saat di dalam rumah. "Saat itu dia terlihat sedang mengorek-ngorek sambil memakan puing tembok rumah yang ambrol. Waktu itu sedang main sendiri saya tinggal memasak," kata Umrotun anak warga yang tinggal di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat.

Menurut Umrotun, tak hanya di dalam rumah, kebiasaan itu juga berlanjut saat di luar rumah. "Kalau main di luar rumah, tanah yang dimakan. Katanya enak. Akhirnya keterusan sampai sekarang," katanya.

Umrotun sendiri sudah sering sekali menegur dan melarangnya cukup keras. Agar jangan kembali melakukan tindakan itu.

Namun saat tidak dalam pengawasan, anak ketiganya itu kerap mengulangi tindakannya memakan tanah kering. "Kalau dilarang pasti nangis," ujarnya.

Meski hampir terbiasa makan tanah, bukan berarti tak memiliki risiko. VF kerap mengeluh sakit perut sesuai memakan tanah. "Tapi memang belum pernah dibawa ke dokter. Kalau mengeluh paling saya beri obat puyer," ujarnya.

Umrotun sendiri mengaku tak mengetahui penyebab pasti mengapa anaknya memiliki kegemaran tersebut. Kendati ia mengaku jarang membelikan jajan untuk anaknya karena ia tak memiliki cukup uang. "Mungkin saja karena tidak pernah dibelikan jajan. Makan nasi saja sekeluarga sehari bisanya dua kali," kata Umrotun.

Suaminya yang hanya seorang teknisi yang memperbaiki elektronik di rumahnya tak memiliki penghasilan cukup. Sementara ia hanya ibu rumah tangga. "Kadang kalau ada orang datang servis TV baru dapat uang. Biasanya Rp 10.000 sampai Rp 25.000," katanya.

Meski tergolong tidak mampu, Umrotun mengaku belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. "Sama sekali belum pernah dapat bantuan karena mungkin tidak punya KK. Anak juga tak punya akta kelahiran. Karena memang kami nikah siri," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan.com
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww