Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Video Viral Fajar/Rian, Begini Klarifikasi Menpora Amali

Soal Video Viral Fajar/Rian, Begini Klarifikasi Menpora Amali
Menpora Amali. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 20 Oktober 2021 01:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Soal potongan video viral terkait pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) terhadap pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian/M Rian Ardianto di media sosial langsung ditanggapi oleh Menpora Zainudin Amali. Menurut Menpora, apa yang disampaikan para netizen tersebut salah, justru dirinya memuji kualitas dan pembinaan atlet yang dilakukan PBSI.

Potongan video itu muncul pada acara "Sapa Indonesia Pagi" di Kompas TV, Selasa (19/10/2021) pagi tadi. Pada acara tersebut, Menpora Amali mengomentari pasangan ganda putra Indonesia Fajar/Rian yang pada laga final tersebut turun lebih dulu dibandingkan Markus/Kevin. Bahkan, Menpora Amali sendiri memuji penampilan kedua pemain tersebut yang mengantarkan kemenangan kedua untuk Indonesia atas Tiongkok.

"Mana berita tentang Fajar dan Rian yang tidak dikenal itu..? Padahal, yang saya maksudkan itu, saya memuji strategi pelatih ganda putra kita karena menurunkan Fajar/Rian yang mungkin saja pihak lawan belum terlalu mengenal permainan mereka, karena posisi rangking pasangan ini di bawah Markus/Kevin atau Hendra/Ahsan yang sudah menempati peringkat atas atau pola permainannya sudah sangat dikenal oleh lawan," kata Menpora Amali.

Justru Menpora Amali memuji regenarasi atlet yang ada di PBSI. "Saya juga mengapresiasi PBSI yang sudah mempersiapkan lapisan pemain yang akan mengisi posisi ganda kita yang sedang berada di posisi atas itu bila sudah pensiun nanti. Itu saja sebenarnya yang saya jelaskan," tambahnya.

Menpora Amali mengapresiasi kerja PBSI, kerja tim di kepengurusan yang baru yang sudah mampu melakukan penataan tata kelola organisasi dan membenahi pembinaan bulutangkis ke arah yang lebih baik. "Ini beberapa hal yang membuat saya senang di kepengurusan yang baru Pak Agung Firman sudah mampu melakukan tata kelola PBSI yang baik," tutur Menpora Amali.

Menpora Amali menilai, PBSI saat ini sudah bergerak ke arah pembinaan atlet elit nasional, sehingga ukuran Olimpiade, Thomas Cup, All England menjadi pantauan pemerintah sejauh mana pembinaan cabor bulutangkis ini yang ditempatkan dalam cabor unggulan pertama dalam DBON.

"Untuk mendapatkan talenta atlet dengan performa tinggi dibutuhkan waktu panjang setidaknya 10 ribu jam atau 10 tahun. Saya selalu melihat bagaimana progres ini berjalan untuk menunjang DBON dan persiapan Olimpiade Paris 2024 mendatang," jelasnya. ***

wwwwww