Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kelakar Mardani: Saya Mendorong Pemilih PKS Pilih Ganjar, Pemilih PDIP Memilih Saya

Kelakar Mardani: Saya Mendorong Pemilih PKS Pilih Ganjar, Pemilih PDIP Memilih Saya
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)
Rabu, 27 Oktober 2021 23:57 WIB

JAKARTA - Konstituen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) didorong Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, untuk memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

"Saya mendorong pemilih PKS memilih Ganjar, (dia) bagus buat saya," ujar Mardani dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Rabu (27/10).

Sementara, celoteh Mardani, pemilih PDI Perjuangan menurutnya bisa memilih dirinya untuk maju menjadi capres di Pemilu Serentak 2024 mendatang. "Pemilih PDIP memilih saya misalkan bagus, asalkan ada dasar-dasarnya," sitirnya.

Mardani menjelaskan, sarannya terkait pemilihan capres tersebut untuk menghindari adanya politik identitas yang saat ini menghantui demokrasi Indonesia.

Dia memandang, jika orang Jawa memilih orang Jawa, dan orang Padang memilih orang Padang, merupakan hal yang tidak perlu dipermasalahkan.

"Tetapi politik identitas yang saya maksudkan ketika kita mulai membuat garis, menimbulkan kebencian, bahkan menghilangkan keadilan,” katanya.

Maka dari itu, Mardani berharap politik identitas tidak dijadikan dasar dalam memilih calon pemimpin, karena dia menanggap itu tidak rasional dan tidak mendasar, apalagi jika hanya merujuk pada suatu kepentingan.

"Buat saya, ini yang harus kita lenturkan kita harus punya prinsip. Makanya kami di PKS punya prinsip Integritas, siapapun anda, agama apa pun, ras apapun, suku apa bahkan orientasi apapun, kalau selama punya integritas kita bisa kerjasama," tuturnya.

"Tapi kalau anda enggak punya integritas, kita menolak untuk kerjasamanya," pungkas Mardani.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww