Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
6 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Olympic

Kemenkes Sebut Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Masih Rendah

Kemenkes Sebut Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Masih Rendah
Ilustrasi Vaksinasi lansia. (Foto: istimewa)
Kamis, 11 November 2021 18:37 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat lanjut usia (lansia) terbilang masih rendah. Angka tersebut saat ini baru mencapai 43% saja yang menjadi sasaran.

"Kalau kita lihat untuk lansia sebenarnya sudah kita mulai dari bulan Maret pelaksanaan vaksinasi kepada lansia tetapi dari bulan Maret dengan target 21,5 juta, saat ini baru 9,2 juta atau baru 43% nya," kata Nadia dalam dialog secara virtual bertema Perkembangan Vaksinasi Lansia, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, jumlah vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan kepada seluruh sasaran masyarakat saat ini sudah mencapai 209 juta dosis. “Jadi kalau kemarin jumlah yang sudah kita suntikan sebanyak 209 juta dosis ya,” tambahnya.

"Di mana, kita tahu 61% atau 120 juta itu sudah mendapatkan suntikan pertama dan 81 juta itu mendapatkan suntikan kedua atau 40% nya. Artinya, kalau kita lihat masih kurang lebih 40% lagi di masyarakat untuk kita kejar agar segera mendapatkan dosis pertama," papar Nadia.

"Dari angka tersebut, kalau kita lihat kita tahu di awal daripada vaksinasi Covid-19, kita itu memulai dengan prioritas beberapa kelompok masyarakat, yang kita tahu kelompok masyarakat itu prioritasnya berdasarkan risiko penularan Covid-19 ya," imbuhnya.

Namun, kata Nadia, total vaksinasi untuk lansia justru berbanding terbalik dengan seluruh sasaran vaksinasi. "Jadi kalau lihat berbanding terbalik dengan semua sasaran. Kalau semua sasaran itu tinggal 40%, tapi kalau lansia justru 60% nya belum tervaksinasi," urai dia.

"Oleh karena itu, kemudian kebijakannya, selain vaksinasi kepada seluruh kelompok umur di atas 12 tahun, vaksinasi pada lansia ini juga menjadi salah satu indikator pada penurunan level kabupaten kota dalam penerapan PPKM," tegasnya.

Menurut Nadia, tingkat vaksinasi lansia yang rendah tersebut disebabkan antara lain oleh disinformasi yang diterima lansia sehingga mereka enggan divaksin.

"Informasi seperti lansia dengan banyak komorbid sebaiknya tidak mendapatkan vaksin karena akan mengalami efek samping itu masih ada. Ini membuat lansia ragu untuk divaksin," ucapnya.

Pemerintah memastikan stok vaksin untuk lansia aman karena kelompok ini merupakan prioritas penerima vaksin. Vaksin untuk lansia pun telah dilaksanakan sejak Maret 2021 saat warga negara dengan usia lebih muda belum mendapat akses vaksinasi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww