Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Evaluasi Segera Proses PTM yang Timbulkan Penyebaran Covid-19

Evaluasi Segera Proses PTM yang Timbulkan Penyebaran Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Senin, 22 November 2021 16:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Perlu evaluasi segera untuk menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar di sejumlah provinsi, menyusul terjadinya penularan Covid-19 di sejumlah sekolah di berbagai daerah.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya yang diterima GoNews.co", Senin (22/11/2021). "Bermunculannya laporan positif Covid-19 yang menimpa para siswa di saat PTM dilaksanakan harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi, hingga ditemukan penyebab terjadinya paparan virus korona terhadap pengajar dan peserta didik itu," katanya.

Sejak penyelenggaraan PTM dimulai September 2021, sejumlah media memberitakan telah terjadi paparan Covid-19 terhadap siswa dan guru seperti antara lain terjadi di Bandung, Jawa Barat; Bantul, DI Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah.

Catatan di laman vaksin.kemenkes.go.id, Kamis (4/11), melaporkan baru 7,11 juta anak usia 12 -17 tahun atau 26,65% dari target divaksinasi dosis pertama. Adapun target vaksinasi Covid-19 anak-anak usia 12 -17 tahun yang ditetapkan pemerintah adalah 26,70 juta orang.

Relatif sedikitnya jumlah anak yang sudah divaksin dan bermunculannya peserta didik yang terpapar Covid-19 pada penyelenggaraan PTM, menurut Lestari, seharusnya menjadi perhatian para pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan pada pelaksanaan PTM.

"Peristiwa terpaparnya siswa dan pengajar di berbagai daerah itu,harus segera diketahui penyebabnya sehingga tidak berulang di daerah lainnya," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Dengan berbekal informasi hasil evaluasi itu, tegas Rerie, para pemangku kepentingan harus sigap mengambil langkah untuk mengatasi penyebab terpapar Covid-19 nya para siswa dan guru.

"Audit ulang kesiapan penyelenggara pendidikan dan peserta didik dalam melakukan PTM, yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, harus dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan yang ditetapkan pemerintah dalam penyenggaraan PTM di sejumlah daerah," tandasnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, mengingatkan kepada para penyelenggara pendidikan, agar mengedepankan aspek keselamatan para peserta didik dan guru dalam proses PTM di masa pandemi. "Kemampuan untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam proses belajar mengajar di sekolah harus menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan PTM," tegas Rerie.***

wwwwww