Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Kehadiran Joshua Davenport Masih Butuh Pembuktian

Kehadiran Joshua Davenport Masih Butuh Pembuktian
Joshua Davenport. (Dok. iblindonesia)
Senin, 29 November 2021 14:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SALATIGA -  Menghadapi Indonesia Basketball League (IBL) musim 2022, Satya Wacana Saints Salatiga melakukan perubahan dalam manajemen dan kepelatihan. Bahkan, kini sektor roster juga ikut-ikutan dirombak. Namun pemilihan Joshua Davenport dalam IBL Draft 2021 Foreign Player juga menarik. Karena pemain 27 tahun tersebut belum mencetak sesuatu yang fantastis dalam kariernya. Dia masih perlu membuktikan diri.

Davenport merupakan produk Winthrop College selama empat tahun (2013-2017). Penampilan terbaiknya terjadi di musim 2015-16, dimana dia mencetak 6,0 PPG, 4,2 RPG, dan 1,3 APG. Tetapi kalau dilihat dari catatan selama empat musim bersama Winthrop, Davenport termasuk pemain yang konsisten.

Meski belum punya prestasi yang mencolok, namun Davenport pernah membuat percikan-percikan kecil yang sangat berarti dalam membangun kepercayaan klub. Dia pernah mencetak 22 poin. Selain itu ada data unik yaitu timnya bisa mencetak rekor 18-4 ketika Davenport bisa mencetak 7 poin atau lebih. Dengan kata lain, kalau Davenport mengoleksi lebih dari 7 poin, maka tim tersebut mendapatkan jaminan untuk menang.

Terakhir, Davenport tercatat sebagai pemain Central Entrerriano Gualeguaychu di Liga Argentina. Statistiknya cukup bagus, karena dalam 29 pertandingan Davenport mencetak rata-rata 11,9 PPG, 4,6 RPG, dan 1,1 APG. Dia membuat FG precentage sebesar 5,2% dengan FT precentage 83,3%. Jelas catatan ini jadi pertimbangan Coach Jerry Lolowang untuk merekrutnya.

Kedatangan Davenport membuat persaingan posisi forward di Satya Wacana semakin ketat. Mereka sudah punya Henry Lakay dan David Nuban. ***

wwwwww