Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Rektor UNS: DBON Bisa Buat Indonesia Naik ke Puncak

Rektor UNS: DBON Bisa Buat Indonesia Naik ke Puncak
Prof. Dr. Jamal Wiwoho. (Dok. Kemenpora)
Senin, 29 November 2021 14:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURAKARTA - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Jamal Wiwoho menyambut baik dan memberikan apresiasi atas lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Pasalnya, Prof. Dr. Jamal Wiwoho menilai mengaku sejak kecil memiliki impian Indonesia menjadi negara yang memiliki prestasi olahraga di kancah internasional. Sebab, menurutnya, beberapa negara yang tidak kaya seperti Meksiko, Brazil, dan Paraguay justru memiliki prestasi olahraga yang luar biasa.

“Mimpi saya setidaknya sekarang sudah tercapai, karena sudah ada DBON. Ini merupakan sebuah public policy yang sifatnya itu secara subtanstif merupakan tahapan-tahapan bagaimana Indonesia bisa naik ke puncak karena parameter yang dismpaikan pak menteri luar biasa yaitu Olimpiade dan Paralimpiade. Jadi kalau SEA Games dan Asian Games hanya sasaran antara,” ujarnya.

Disamping itu, DBON ini memiliki target sampai tahun 2045 atau tepatnya di usia 100 tahun Indonesia Merdeka. “Puncak prestasi kita tidak sekadar di Asia dan ASEAN. Tapi juga di puncaknya internasional dan 100 tahun kemerdekaan adalah satu pencapaian yang luar biasa dan ini nanti sebagai hadiah untuk kemenangan kemerdekaan kita,” katanya.

Rektor juga mengapresiasi DBON yang mengatur terkait kesejahteraan para atlet. Karena menurutnya pada saat saat berjaya mereka sangat luar biasa, namun setelah tidak mempunyai kejayaan masa depannya tidak baik dan memprihatinkan.

“Saya tadi sebelum kesini buka YouTube, sepuluh atlet yang waktu jaya ya luar biasa. Tapi pada saat dia tua ini sangat menderit. Tentu dalam DBON termasuk di dalamnya itu masuk, sehingga kesejahteraan bagi atlet tidak hanya pada saat dia berjaya tapi juga saat pensiun,” harapnya.***

wwwwww