Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  PON

Jelang Nataru 2021-2022, Jumlah Penumpang Meningkat di Terminal Kampung Rambutan

Jelang Nataru 2021-2022, Jumlah Penumpang Meningkat di Terminal Kampung Rambutan
Susana di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (Foto: Fahmy)
Kamis, 23 Desember 2021 11:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), jumlah penumpang bus yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur meningkat. Namun, kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni, kenaikannya tidak terlalu signifikan.

"Jumlah kenaikannya kisaran 5 sampai 10 persen saja. Yang paling banyak didominasi penumpang dengan tujuan ke pulau Sumatera," tutur Yulza kepada wartawan saat dimintai keterangan, Rabu (22/12/2021) siang.

Mengingat situasi pandemi Covid-19, kata Yulza, para penumpang yang akan bepergian keluar kota melalui Terminal Kampung Rambutan ini harus memiliki syarat yang sudah ditentukan dari pemerintah. Yaitu Vaksin dan Swab Antigen wajib dilampirkan. Khusus anak di bawah usia 12 tahun, wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR.

"Kesadaran calon penumpang sangat penting mengikuti persyaratan yang diwajibkan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang masih ada sampai saat ini," katanya.

Secara terpisah, Tenaga Kesehatan (Nakes) di posko terpadu angkutan Nataru (Natal & Tahun Baru) terminal Kampung Rambutan dr. Yusnika Utami mengatakan, calon penumpang yang datang untuk menjalani test Swab Antigen melebihi kuota yang tersedia. "Kita hanya siapkan kuota untuk 50 orang, tapi peminatnya lebih dari itu," jelas dr Niki panggilan akrabnya.

Dia menjelaskan rata-rata calon penumpang yang melakukan Swab Antigen sudah divaksin. "Tadi kita lihat ada sertifikatnya juga. Tetapi, mereka tetap jalani swab antigen supaya aman agar tidak tertular," ujarnya.

"Kalau ada calon penumpang dewasa yang akan keluar kota belum divaksin karena ada penyakit tertentu itu kita maklumi. Asalkan ada surat keterangan dari dokter spesialisnya. Ini berlaku bagi penumpang baik yang pergi dan pulangnya (PP)," tambahnya.

Salah satu penumpang jurusan Pulau Sumatera, Indri mengaku, dirinya agak kecewa, karena bus menuju kampung halamannya dengan tujuan Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan agak terlambat dari jam keberangkatan yang tercatat pada tiketnya. "Di tiketnya tertulis pukul 13.00 WIB namun sampai pukul 14.00 WIB belum berangkat juga," ujarnya.

Ke depan, Indri berharap bukan hanya busnya berangkat tepat waktu tetapi tidak ada perbedaan harga di online dengan loket keberangkatan. "Tadi, saya cek di website harganya Rp300 ribu tapi setelah sampe di sini jadi Rp330 ribu. Udah gitu nunggunya lama, sudah kayak jaman dulu aja ngga ada perubahan," jelasnya.

"Sekadar saran aja. Terminal Kampung Rambutan dibetulin, dibagusin dan dirapihin biar penumpangnya jadi nyaman juga," tambahnya.

Tina, Agen bus Lorena yang sudah dua tahun bekerja sebagai agen penjualan tiket Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat di konfirmasi dirinya mengatakan, kalau untuk kenaikan harga tiket agak sedikit naik cuma 20 ribuan dari hari biasanya.

"Untuk bangku penumpang jurusan Sumatera agak penuh ya, terjadi kenaikan. Dari biasanya 4 menjadi 6 armada yang diberangkatkan perharinya menuju ke Sumatera guna menghindari keterlambatan pemberangkatan," ujarnya. ***

wwwwww