Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Usul Pemilu 2024 Diundur, Pengamat Sebut Cak Imin Tak Taat Konstitusi

Usul Pemilu 2024 Diundur, Pengamat Sebut Cak Imin Tak Taat Konstitusi
Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga. (foto: Istimewa)
Rabu, 23 Februari 2022 21:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menyesalkan usulan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) agar Pemilu 2024 diundur.

"CaK Imin tampaknya sudah menjadi bagian para oligarki untuk mengegolkan penundaan pemilu. Ia terkesan menggadaikan partainya untuk kepentingan pribadinya," kata Jamil kepada Gonews.co melalui siaran persnya, Rabu (23/2/2022).

Alasan Muhaimin agar perbaikan ekonomi tidak terganggu, dinilai Jamil juga sangat tidak masuk akal. Sebab, selama Joko Widodo menjadi presiden, belum pernah pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen, sebagaimana yang sering dijanjikan.

Padahal sebelum pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 persen. Petumbuhan ekonomi semakin jeblok selama pandemi Covid-19 menghantam Indonesia. Karena itu, Jamil tidak yakin terjadi pertumbuhan ekonomi akan membaik bila pemilu ditunda. Justru dengan ditundanya pemilu dikhawatirkan stabilitas politik akan terganggu.

"Kalau pemilu ditunda, maka pembenahan ekonomi justru akan terganggu. Sebab, masalah trust akan membebani pemerintahan Jokowi," kata Jamil.

Karena itu, menurut Jamil, jalan terbaik tetap melaksanakan pemilu pada tahun 2024. Melalui pemilu inilah rakyat akan mempunyai harapan baru memilih presiden yang dapat memperbaiki ekonomi.

"Suka tidak suka, masih banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan lebih baik untuk memperbaiki carut marut negeri tercinta ini. Beri mereka kesempatan dengan melaksanakan pemilu sesuai waktu yang sudah ditetapkan konstitusi," tegas Jamil.

Dia juga meminta Cak Imin harus taat konstitusi, bukan malah berpihak kepada oligarki. Itupun kalau Cak Imin tak ingin mendapat amarah dari anak negeri ini.***

wwwwww