Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Berkolaborasi dengan Majoo, BRI Berik Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia

Berkolaborasi dengan Majoo, BRI Berik Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia
Sabtu, 01 Oktober 2022 14:52 WIB
JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Majoo Teknologi Indonesia (Majoo) untuk memudahkan transaksi non tunai mitra merchant serta pengelolaan aplikasi wirausaha digital.

Majoo sendiri merupakan aplikasi wirausaha untuk mengelola bisnis. Majoo memungkinkan penggunaan mendapatkan solusi untuk semua jenis usaha mulai dari pengelolaan penjualan, pelanggan, pembayaran, inventori, keuangan, karyawan, sampai dengan pembiayaan usaha. Hingga saat ini, Majoo telah memiliki merchant offline sebanyak lebih dari 35 ribu merchant dan menghasilkan sales volume sebesar Rp1 trilliun setiap bulan.

Seperti diketahui, pengelolaan usaha, keuangan, penjualan para pelaku usaha harus terus ditingkatkan. BRI dan Majoo pun berkomitmen untuk membantu mitra merchant dalam rangka transformasi digital, khususnya di bidang pembayaran dan pengelolaan aplikasi wirausaha.

“Dengan adanya kerja sama ini, BRI dan Majoo dapat memberikan value added service kepada seluruh mitra merchant baik eksisting maupun merchant baru,” ungkap Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani.

Adapun kerja sama BRI dengan Majoo secara garis besar terbagi menjadi tiga. Pertama, integrasi QRIS Dynamic BRI yang dapat dimunculkan pada POS Majoo. Kedua, integrasi EDC Andorid BRI dan POS Majoo menggunakan jaringan wifi. Ketiga, inovasi penggunaan fitur POS majoo pada EDC Android BRI.

BRI dan Majoo, lanjutnya, mendukung transformasi digital merchant dalam bentuk Integrasi antara aplikasi POS majoo dan EDC BRI demi memudahkan user experience mitra merchant ketika melakukan input, order dan checkout. POS Majoo sendiri telah terhubung dengan pambayaran Kartu dan QRIS di EDC BRI.

Dengan demikian, diharapkan kerja sama ini dapat membantu bisnis ritel tumbuh dan berkembang, dengan menyediakan fitur paling lengkap dan mudah untuk semua jenis usaha merchant. Sebagai informasi, secara nasional jumlah QRIS BRI telah mencapai lebih dari 2,7 juta merchant sampai dengan akhir Agustus 2022, serta aplikasi BRImo memiliki 20 juta pengguna aktif yang dapat melakukan pembayaran dengan berbasis QRIS.

Senada dengan Handayani, Founder dan CEO Majoo Adi Wahyu Rahadi menyampaikan, pihaknya akan terus bertumbuh bersama pelaku usaha Indonesia lewat inovasi dan teknologi terkini. “Majoo akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengusaha dari berbagai bidang bisnis,” ujar Adi.

BRI dan Majoo optimistis dapat memaksimalkan potensi bisnis dengan implementasi kerja sama ini. Keduanya juga berkomitmen melakukan cross-selling bisnis merchant untuk membantu menaikan skala bisnis para pelaku usaha. Targetnya, sales volume bisa meningkat 150% setiap bulan. Hal ini juga sebagai bentuk kemudahan bisnis, investasi, dan transformasi digital sehingga dapat berkontribusi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi Indonesia. ***

Editor:Muslikhin Effendi
Kategori:Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww