Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Digitalisasi Tingkatkan Jumlah Investor Muda, Pemerintah dan Analis Ingatkan Kehati-hatian

Digitalisasi Tingkatkan Jumlah Investor Muda, Pemerintah dan Analis Ingatkan Kehati-hatian
Ilustrasi digital investasi. (gambar: ist./aegonlifeindia)
Senin, 03 Oktober 2022 22:34 WIB
JAKARTA - Ekonom Indef (Institute For Development of Economics and Finance) Nailul Huda mengatakan kepada wartawan, Senin (3/10/2022), meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia adalah blessing in disguise (berkah terselubung) ditengah kencangnya digitalisasi pada masa pandemi. Tapi investor muda juga tetap harus selektif dalam berinvestasi.

"Zamannya sekarang sudah berubah juga. Dengan hanya mengandalkan gadget saja sekarang anak-anak muda ini bisa menghasilkan bahkan lebih banyak dibandingkan dengan investasi di sektor riil," kata Nailul.

Baca Juga: Oneng Ingatkan Taspen Hati-Hati Berinvestasi 

Baca Juga: Promosi dari Pemerintah Diapresiasi, Tapi Perbaikan Iklim Investasi Perlu Terus Dibenahi 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, generasi muda sekarang ini banyak terjun ke dunia investasi. Namun dia mengingatkan, agar mereka lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi tersebut.

"Generasi muda hendaknya tetap menyeimbangkan antara investasi yang agresif dan investasi konservatif. Hal itu penting karena investasi konservatif tetap memiliki faktor keamanan lebih tinggi," tegas Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Soal Investasi, Pakar: Jepang lebih Berkomitmen dari China 

Baca Juga: Indef: Investasi Jepang harus Bisa Tingkatkan Perekonomian Rakyat 

Dunia memang tengah bergerak lebih dalam ke arah digitalisasi. Menko Airlangga sendiri menyebutkan, "Hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, menggunakan digitalisasi sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan menggunakan digitalisasi sebagai tempat untuk penciptaan lapangan pekerjaan," kata Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.

Sebagai informasi, Data KSEI menunjukan bahwa per April 2022, 60,29% investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun, yang rata-rata masih berada di awal dan pertengahan karir profesionalnya.

Baca Juga: Jurus Jitu Percepat Investasi Berkelanjutan menurut Kadin 

Baca Juga: Akan Temui Airlangga, Puan Dinilai Sedang Cari Peluang 

Dalam sebuah survei yang dilakukan CELIOS beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa berinvestasi di platform investasi digital dianggap sebagai aksi berkontribusi terhadap peningkatan sektor teknologi informasi, membantu pendanaan perusahaan dan efek penciptaan tenaga kerja dari investasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww