Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Olympic

Diguncang Gempa, Bangunan Pesantren dan RSUD Cianjur Rusak Parah

Diguncang Gempa, Bangunan Pesantren dan RSUD Cianjur Rusak Parah
Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Cianjur menghancurkan sejumlah bangunan. (Foto: Arsip Istimewa)
Senin, 21 November 2022 16:24 WIB

JAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur mengalami kerusakan imbas gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11) siang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan akibat gempa itu, sejumlah bangunan mengalami rusak sedang hingga berat. "Pusdalops mendapatkan laporan satu pondok pesantren rusak berat dan RSUD Cianjur rusak sedang," kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/11).

Selain itu, Abdul mengatakan pihak berwenang masih mengidentifikasi kerusakan dua gedung pemerintah, tiga gedung fasilitas pendidikan, dan satu tempat ibadah. Abdul menambahkan sebanyak tujuh rumah di Kabupaten Cianjur juga rusak berat akibat gempa bumi tersebut.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. "BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi," ungkap Abdul.

"Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali. Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11). Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 6,84 Lintang Selatan -107.05 Bujur Timur.

Gempa juga dirasakan masyarakat di kawasan Jabodetabek. Getaran gempat membuat sejumlah gedung perkantoran berguncang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir akibat gempa yang memiliki kedalaman 10 kilometer itu tak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, BMKG memperingatkan kemungkinan terjadi gempa susulan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww