Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

Kerusuhan Pecah di Brussel Usai Timnas Belgia Dikalahkan Maroko di Piala Dunia 2022

Kerusuhan Pecah di Brussel Usai Timnas Belgia Dikalahkan Maroko di Piala Dunia 2022
Kekerasan pecah di Brussel pada 27 November 2022 setelah Maroko kemenangan atas Belgia di Piala Dunia, dengan "puluhan orang" menyerang furnitur jalanan dan polisi, kata polisi. (Foto: Kenzo TRIBOUILLARD / AFP).
Senin, 28 November 2022 23:27 WIB

JAKARTA - Kerusuhan pecah di Brussel setelah kekalahan 0-2 Belgia dari Maroko di Piala Dunia 2022. Belasan orang ditahan dalam kerusuhan di Ibu Kota Belgia itu, setelah sebelumnya kepolisian menembakkan gas air mata.

Para perusuh itu membuat keonaran dengan membakar sejumlah benda seperti mobil dan skuter listrik. Tak hanya itu, mereka juga melempari mobil dengan beragam benda seperti batu bata dan lainnya.

Walikota Brussels Philippe Close mendesak orang untuk menjauh dari pusat kota dan mencoba meyakinkan bahwa pihak berwenang melakukan yang terbaik untuk menjaga ketertiban.

Phillippe mengtakan mereka yang membuat keonaran itu bukanlah suporter, melainkan adalah perusuh. "Mereka bukan suporter, mereka perusuh. Penggemar Maroko ada di sana untuk merayakannya," kata Close.

Sementara itu, Menteri Dalam negeri Annelies Verlinden turut menyayangkan situasi kekacauan itu. "Sedih melihat bagaimana beberapa orang menyalahgunakan situasi untuk mengamuk," kata Menteri Dalam Negeri Annelies Verlinden.

Tak hanya di Belgia saja, kerusuhan juga terjadi di berbagai kota di Belanda, seperti dilaporkan APNews. Polisi Belanda membubarkan sekelompok 500 pendukung sepak bola yang melempari polisi dengan kembang api dan kaca.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Squawka, hanya ada dua tim dalam sejarah Piala Dunia yang memenangkan pertandingan penyisihan grup berturut-turut. Yakni Brasil pada 1986-1994 dan 2002-2010. Lalu Belgia yang dimulai pada Piala Dunia 2014 hingga saat ini.

Peristiwa ini dirayakan antusias oleh para penggemar berlatar belakang imigran Maroko yang ada di banyak kota di Belgia. Kekalahan Belgia membuat Kevin de Bruyne Cs tertahan di peringkat tiga klasemen grup F. Tim berjuluk Setan Merah ini wajib menang di laga selanjutnya jika ingin lolos ke fase 16 besar. Skuad asuhan Roberto Martinez akan berlaga melawan Kroasia pada Kamis (1/12/2022) untuk menentukan nasibnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Basket, Non Olympic, Sepakbola, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww