Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Olympic

Pesawat Alami Turbulensi Hebat, Penumpang Terlempar dan Terbentur Langit-langit

Pesawat Alami Turbulensi Hebat, Penumpang Terlempar dan Terbentur Langit-langit
Kondisi dalam pesawat Korean Air nomor KE197 berantakan usai mengalami turbulensi hebat di langit China, dalam penerbangan dari Seoul menuju Ulaanbaatar, Ahad (4/8/2024). (Tangkapan laya/ detik.com)
Kamis, 08 Agustus 2024 19:39 WIB
SEOUL - Pesawat Korean Air nomor KE197 mengalami turbulensi hebat di langit China, dalam penerbangan dari Seoul menuju Ulaanbaatar, Ahad (4/8/2024).

Dikutip dari detik.com yang melansir Korea JoongAng Daily, Kamis (8/8/2024), pesawat terguncang naik turun satu jam usai meninggalkan Bandara Incheon. Guncang hebat terjadi selama 15 detik saat terbang di dekat Bandara Tianjin, China pada ketinggian 34.100 kaki (10.393 meter). Pada saat itu petir dan guntur terdengar dari luar.

Salah seorang penumpang berbagi di X pada hari Minggu menyebutkan bahwa turbulensi dimulai sekitar waktu orang-orang selesai makan.

"Pesawat itu menukik tajam sehingga orang-orang berteriak dan semua makanan berjatuhan, itu kacau," keterangan dalam postingan tersebut.

Seorang blogger perjalanan menulis bahwa penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlontar ke udara, dengan satu orang terbentur langit-langit dan jatuh ke lorong.

Pesawat yang membawa 281 penumpang itu bagai kapal pecah. Sepuluh penumpang dan empat pramugari melaporkan nyeri punggung dan leher, tetapi tidak ada yang terluka parah.

Layanan makanan dalam penerbangan dihentikan dan penumpang disarankan untuk tetap di kursi mereka dan mengencangkan sabuk pengaman, kata maskapai itu.

Korean Air memberi penumpang obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi dalam penerbangan.

Sebuah tim medis menunggu di Ulaanbaatar dan segera merawat pasien ketika mereka turun. Semua penumpang melewati imigrasi tanpa masalah.

Korean Air membuat sejumlah kebijakan terkait turbulensi. Salah satunya, meniadakan layanan makanan 40 menit sebelum mendarat dan menghilangkan menu ramyeon dari menu penerbangan jauh di kelas ekonomi.

Adalah air panas yang digunakan untuk menyajikan ramyeon yang dinilai berpotensi menjadi risiko bagi penumpang saat turbulensi. Sebab, bisa mengakibatkan luka bakar.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, Basket
wwwwww