Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tanpa Pelatih, Desi Mampu Raih Perak Kejuaraan Asia dan Lolos Kejuaraan Dunia Sambo 2025

Tanpa Pelatih, Desi Mampu Raih Perak Kejuaraan Asia dan Lolos Kejuaraan Dunia Sambo 2025
Peraih perak Kejuaraan Asia Sambo 2025, Desiana Syahfitri. (dok. PP Persambi)
Kamis, 17 April 2025 23:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Pujian patut diberikan pada atlet sambo putri Indonesia, Desiana Syahfitri. Meski tanpa pelatih dan ofisial, Desi, panggilan karibnya nekad berangkat ke Kejuaraan Asia Sambo 2025 yang digelar di Uzbekistan, 11-18 April 2025.

Perjuangan wanita kelahiran Karawang, Jawa Barat, 18 Desember 2001 yang selama seminggu menginap di salah satu hotel dan datang sendiri ke tempat pertandingan tidak sia-sia.

Tampil di kelas 54kg putri, peraih medali emas nomor beregu SEA Games Filipina 2019 ini mampu meningkatkan prestasinya. Dia membawa pulang medali perak setelah dikalahkan atlet sambo putri asal Uzbekistan, Gulservar Urakova. Sebelumnya, dia mengalahkan  Kabraikyzy Kuralay dari Kazakhstan.

“Biasanya saya tampil di event selalu didampingi pelatih. Kali ini, saya harus berangkat sendirian karena terkait biaya. Sebagai petarung, saya tak pernah ragu demi meraih prestasi sekaligus meraih tiket ke Kejuaraan Dunia Sambo 2025 di Turkmenistan. Alhamdulillah saya bisa membawa pulang medali perak ke Tanah Air. Terimakasih kepada pak Krisna Bayu selaku Ketua Umum PP Persambi dan pak Arnold yang telah memberangkatkan saya,” kata Desi yang masih terlihat matanya memar.

Ketika ditanya siapa pelatih yang mendampingi saat pertandingan, Desi menjawab, “Saya minta bantuan pelatih Singapura dan Filipina. Saya kan kenal dan pelatih saya pak Arnold Silalahi kan sudah menghubungi mereka.”

Mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Karawang, Jawa Barat yang sejah kelas 3 SD ini mulai menekuni olahraga judo. Melalui dunia olahraga, dia bukan hanya mampu kuliah dan membeli rumah tetapi juga membiayai ibunya yang berprofesi sebagai petugas Katering.

“Ibu saya kan hanya kerja di Katering dan hanya cukup buat makan saja. Jadi, saya harus berjuang melalui dunia olahraga untuk bisa mengangkat perekonomian keluarga. Alhamdulilah, saya bisa kuliah dan juga membeli rumah dari hasil bonus SEA Games Filipina 2019. Saya akan terus berjuang untuk bisa meraih prestasi lebih baik lagi,” tegas wanita yang masih jomblo yang berkeinginan menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN).

“Saya berharap Bupati Karawang memberikan perhatian atas prestasi yang telah saya capai. Karena, saya sudah mengantongi ijazah D3 dan meneruskan pendidikan ke jenjang S-1,” tutupnya.

Secara terpisah, Arnold Silalahi mengaku bukan tidak ingin mendampingi Desi yang juga sekaligus anak angkatnya tersebut. Hal ini terkait dengan mahalnya harga tiket.

“PP Persambi hanya punya biaya Rp30 juta yang cukup buat tiket dan penginapan serta akomodasi Desi. Jadi, saya harus rela melepas Desi sendirian. Apalagi, Desi itu petarung sejati dan kemampuan dan mentalnya sudah teruji,” jelas Arnold yang berharap Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan perhatian.

“PP Persambi memberikan apresiasi atas keberhasilan Desi meraih medali perak Kejuaraan Asia Sambo 2025 yang menjadi tiketnya untuk tampil di Kejuaraan Dunia Sambo 2025,” tambahnya.  ***

wwwwww