Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Olympic

Zona Patahan Aktif Lintasi Sumbar, BMKG Ingatkan Ancaman Megathrust dan Patahan Semangko

Zona Patahan Aktif Lintasi Sumbar, BMKG Ingatkan Ancaman Megathrust dan Patahan Semangko
Foto udara wisata Harau di Kabupaten Limapuluh, Sumatera Barat. Ilustrasi (net)
Jum'at, 18 April 2025 14:28 WIB

PADANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Barat berada di wilayah dengan potensi tinggi gempa bumi dan tsunami. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memahami risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kita hidup di zona tektonik aktif, dilintasi oleh zona Subduksi, Megathrust, dan Patahan Sumatera,” kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, Jumat (19/4/2025).

Sumbar diketahui dilalui lima segmen patahan aktif, yaitu Barumun, Angkola, Sianok, Sumani, dan Suliti. Potensi gempa dari segmen ini bisa mencapai magnitudo 6 hingga 7,4.

Wilayah pesisir seperti Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai disebut paling berisiko terkena dampak Megathrust, yang berpotensi memicu gempa besar hingga magnitudo 8,9 dan gelombang tsunami.

Sementara itu, kawasan seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman, dan Solok rawan terhadap gempa-gempa kembar yang pernah terjadi pada tahun 1926, 1943, dan 2007 akibat aktivitas Patahan Semangko.

“Masyarakat wajib tahu potensi ini. Pemerintah juga harus aktif menyosialisasikan dan menyiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana,” tegas Suaidi.

BMKG bersama BPBD telah menjalankan program mitigasi seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Tagana oleh Kementerian Sosial, guna membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat.

Selain itu, BMKG juga menggencarkan program Masyarakat Siaga Tsunami, yang mengacu pada panduan Unesco, sebagai upaya memperkuat kesiapan warga di daerah pesisir.

“Mitigasi adalah kunci. Dengan kesiapan yang baik, dampak bencana bisa ditekan seminimal mungkin,” tutup Suaidi. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Olympic
wwwwww