Zona Patahan Aktif Lintasi Sumbar, BMKG Ingatkan Ancaman Megathrust dan Patahan Semangko
![]() |
| Foto udara wisata Harau di Kabupaten Limapuluh, Sumatera Barat. Ilustrasi (net) |
PADANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Barat berada di wilayah dengan potensi tinggi gempa bumi dan tsunami. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memahami risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kita hidup di zona tektonik aktif, dilintasi oleh zona Subduksi, Megathrust, dan Patahan Sumatera,” kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, Jumat (19/4/2025).
Sumbar diketahui dilalui lima segmen patahan aktif, yaitu Barumun, Angkola, Sianok, Sumani, dan Suliti. Potensi gempa dari segmen ini bisa mencapai magnitudo 6 hingga 7,4.
Wilayah pesisir seperti Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai disebut paling berisiko terkena dampak Megathrust, yang berpotensi memicu gempa besar hingga magnitudo 8,9 dan gelombang tsunami.
Sementara itu, kawasan seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman, dan Solok rawan terhadap gempa-gempa kembar yang pernah terjadi pada tahun 1926, 1943, dan 2007 akibat aktivitas Patahan Semangko.
“Masyarakat wajib tahu potensi ini. Pemerintah juga harus aktif menyosialisasikan dan menyiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana,” tegas Suaidi.
BMKG bersama BPBD telah menjalankan program mitigasi seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Tagana oleh Kementerian Sosial, guna membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat.
Selain itu, BMKG juga menggencarkan program Masyarakat Siaga Tsunami, yang mengacu pada panduan Unesco, sebagai upaya memperkuat kesiapan warga di daerah pesisir.
“Mitigasi adalah kunci. Dengan kesiapan yang baik, dampak bencana bisa ditekan seminimal mungkin,” tutup Suaidi. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Olympic |













