Penghargaan untuk Presiden Prabowo Jadi Fondasi Penguatan Hubungan Jangka Panjang RI–Brunei
![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, penghargaan Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam “Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (D.K.L.U.)” yang diberikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah kepada Presiden Prabowo Subi |
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai penganugerahan Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (D.K.L.U.) oleh Sultan Brunei kepada Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk penghormatan sekaligus kepercayaan tinggi terhadap kepemimpinan Indonesia di kawasan.
“Penghargaan ini adalah simbol kepercayaan Sultan Brunei terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Ini bukan hanya simbolik, tapi merupakan pengakuan terhadap rekam jejak dan komitmen Presiden dalam memperkuat hubungan jangka panjang antarnegara,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (15/5/2025).
Dalam kunjungan kenegaraan di Istana Nurul Iman, Brunei Darussalam, Presiden Prabowo menerima tanda kehormatan tertinggi tersebut, yang biasanya hanya diberikan kepada kepala negara yang dianggap memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral dan regional.
Airlangga menjelaskan bahwa hubungan Indonesia–Brunei telah terjalin selama lebih dari empat dekade dengan kerja sama intensif di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pendidikan, tenaga kerja, hingga pertahanan.
“Penguatan kerja sama ini sejalan dengan strategi diplomasi ekonomi Indonesia yang mengedepankan kemitraan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Brunei, serta pengembangan kerja sama sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, dan teknologi pertahanan.
“Presiden menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi mitra utama Brunei, tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga dalam membangun kawasan yang stabil dan sejahtera,” tutur Airlangga.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Luar Negeri, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Sekretaris Kabinet, dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Airlangga menyebut kunjungan ini akan menjadi pondasi bagi hubungan diplomatik Indonesia–Brunei yang lebih kuat, strategis, dan saling menguntungkan dalam jangka panjang. (ant)













