Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
13 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

UMKM RI Tembus Asia dan Timur Tengah, Ekspor Capai 57 Juta Dolar AS

UMKM RI Tembus Asia dan Timur Tengah, Ekspor Capai 57 Juta Dolar AS
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat membuka "Kick Off Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor" di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (19/5/2025). (antara/maria cicilia galuh)
Senin, 19 Mei 2025 18:57 WIB

JAKARTA – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan kawasan Asia dan Arab Saudi masih menjadi tujuan utama ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Hal ini terutama didorong oleh banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di negara-negara tersebut.

“Produk UMKM seperti makanan dan minuman paling banyak diminati di negara-negara dengan populasi WNI yang besar, seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Arab Saudi,” ujar Budi dalam acara Kick Off Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Ia menambahkan, target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada 2025 diyakini dapat tercapai melalui sinergi pemerintah dengan sektor swasta, komunitas pembina UMKM, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, daya saing produk lokal harus terus ditingkatkan agar UMKM tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

“Kita dorong gerakan bangga buatan Indonesia, tapi produk dalam negeri juga harus berkualitas dan punya daya saing agar mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.

Budi mengungkapkan, Kementerian Perdagangan secara aktif menggelar penjajakan bisnis (business matching) setiap bulan untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli luar negeri. Sejak Januari hingga April 2025, tercatat 246 kegiatan telah digelar secara daring, menghasilkan transaksi senilai 57,61 juta dolar AS.

“Bayangkan, semua transaksi ini dilakukan secara online, tanpa pertemuan fisik, tapi hasilnya sangat signifikan,” jelasnya.

Dari total transaksi tersebut, 36,11 juta dolar AS merupakan pesanan nyata (purchase order), sementara 21,49 juta dolar AS merupakan potensi transaksi.

Pada April 2025 saja, nilai transaksi dari business matching mencapai 43,74 juta dolar AS atau sekitar Rp722,76 miliar. Kegiatan ini melibatkan 73 UMKM dengan produk unggulan seperti fesyen, kerajinan tangan, dekorasi rumah, kelapa parut kering, gula aren, olahan laut, buah segar, pakan ternak, serta berbagai makanan dan minuman.

Budi menegaskan bahwa Kemendag berkomitmen untuk terus menghubungkan UMKM dengan pasar global melalui jalur digital dan fasilitasi promosi yang berkelanjutan. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Ekonomi
wwwwww